Fhoto : Intan Dewi, S.Pd. – Tendik SMP NU Toboali
Oleh Intan Dewi, S.Pd.
Bekaespedia.com,- Penggunaan gadget sudah tidak bisa terpisahkan dari kehidupan di zaman modern ini. Apalagi, perkembangan teknologi semakin terus berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan baik dari mulai komunikasi, pendidikan hingga hiburan. Gadget merupakan benda yang menjadi kebutuhan sehari-hari untuk mempermudah segalanya dengan bantuan teknologi. Bahkan, hampir semua orang baik tua maupun muda menggunakan benda tersebut dalam kehidupannya. Cara pemanfaatan teknologi harus benar-benar diperhatikan dengan baik terutama bagi siswa.
“Kecanduan gadget membuat remaja cenderung bersikap individualis, lebih fokus pada teknologi di tangan mereka daripada menyapa orang-orang di sekitar mereka.” — (Marpaung, 2018). Kalimat tersebut memberikan pernyataan bahwa gadget bisa mempengaruhi sikap seseorang. Lalu, bagaimana caranya siswa menghadapi era sekarang yang semuanya berkaitan dengan gadget? Sebenarnya, itu semua balik lagi ke masing-masing individu dalam menyikapinya. Gadget memudahkan kita dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Dalam pemanfaatan gadget yang baik, bisa berpengaruh baik bagi kehidupan. Karena, gadget itu bisa memberikan dampak yang positif maupun negatif.
Gadget dapat meningkatkan kreativitas siswa. Gadget memberi siswa kesempatan untuk menunjukkan inovasi dan kreativitas mereka. Mereka dapat membuat sebuah projek belajar kreatif yang berkaitan dengan inovasi pendidikan dengan menggunakan berbagai alat untuk belajar. Kemudian, siswa mampu menciptakan sebuah karya dengan mengikuti perkembangan teknologi di zaman sekarang. Karya yang menarik menunjukkan kreativitas mereka sebagai seorang siswa. Hal ini berarti siswa bisa menggunakan gadget dengan bijak.
Dengan adanya gadget, siswa juga bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi. Tetapi, informasi yang diterima harus disaring dengan baik contohnya informasi mengenai pelajaran. Siswa dapat mencari referensi tugas, mengakses berbagai jurnal ilmiah dengan cepat, dan membaca e-book. Gadget bisa sebagai alat komunikasi yang praktis. Gadget membantu siswa bekerja sama dan berkomunikasi dengan lebih baik. Siswa dapat berbicara, berbagi materi melalui aplikasi pesan seperti Whatsapp, telegram, tanpa harus bertemu langsung. Melalui media sosial, siswa dapat berbagi ide, dan mendapatkan dukungan akademik.
Mengenai edukasi, gadget menyediakan berbagai macam aplikasi yang berkaitan dengan pendidikan. Aplikasi edukasi dilengkapi dengan animasi, kuis yang membuat belajar menjadi lebih menyenangkan serta lebih meningkatkan pemahaman materi. Siswa bisa dengan mudah belajar melalui gadget. Pemanfaatan gadget dengan baik dapat membantu meningkatkan kreativitas pelajar dalam belajar. Siswa yang bisa memanfaatkan berbagai aplikasi di gadget dengan baik, akan memberikan dampak yang baik untuk dirinya.
Gadget memberikan pengaruh yang negatif bagi siswa. Pemakaian gadget yang berlebihan bisa memberikan dampak terhadap kesehatan, mental, dan kehidupan sosial. Dalam hal kesehatan, siswa yang berlebihan menggunakan gadget bisa memicu gangguan kesehatan fisik seperti mata lelah, leher sakit sampai ke gangguan tidur. Paparan layar yang terlalu lama menyebabkan mata kering, merah bahkan memicu rabun jauh terhadap siswa. Kebiasaan menunduk saat menatap gadget menyebabkan postur tubuh menjadi sakit seperti leher sakit. Kualitas tidur juga berpengaruh apabila siswa berlebihan menggunakan gadget.
Kecanduan gadget berkaitan juga dengan mental seorang siswa. Siswa bisa berisiko stres, menjadi cemas, bahkan depresi. Kecemasan muncul ketika membaca media sosial yang berlebihan dan mulai membandingkan diri dengan orang lain yang menurunkan rasa percaya diri siswa. Siswa yang terlalu sering bermain gadget berisiko lebih mudah mengalami tantrum dan depresi. Sinar layar berlebihan dapat mempengaruhi emosi siswa dan meningkatkan masalah kesehatan mental siswa.
Penggunaan gadget yang berlebihan membuat kehidupan sosial siswa menjadi lebih individualis karena interaksi langsung sudah digantikan oleh layar digital. Waktu habis untuk digunakan menatap media maya, sehingga mengabaikan kegiatan sosial di dunia nyata. Siswa menjadi kurang peduli dengan situasi atau orang di lingkungan tertentu. Berbeda dengan zaman dulu, dimana siswa belum ada gadget. Siswa sibuk berinteraksi satu sama lain, karena tidak ada yang teralihkan oleh adanya gadget. Bahkan, ada siswa yang menarik diri untuk bertemu dengan orang sekitar. Hal ini dikarenakan siswa tersebut lebih banyak berinteraksi di dunia maya daripada dunia nyata.
Pada dasarnya, siswa harus bijak dalam menggunakan gadget. Gadget banyak memberikan dampak yang positif, tetapi juga negatif apabila terlalu berlebihan. “Bijak dengan gadget sama dengan bijak dengan waktu dan sama dengan bijak dengan hidup”. – (Ps. Andi Setiawan) Sesuai dengan kalimat di atas, artinya gunakan gadget sesuai dengan porsinya. Pemakaian gadget berlebihan juga bisa menghabiskan waktu kita dengan sia-sia. Ikuti perkembangan teknologi dengan baik, jangan sampai terlihat kulot.
Gadget bisa memberikan dampak positif maupun negatif tergantung dari individu masing-masing. Gagdet bisa mempermudah komunikasi, mengakses informasi dengan mudah, dan membantu dalam hal pendidikan. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat berdampak buruk pada kesehatan mental, menjadi individualis, depresi, serta gangguan tidur. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan strategi yang tepat dalam memanfaatkan gadget baik dalam hal waktu maupun lainnya.
