Hedonisme Parlemen, Duri yang Menancap di Hati Rakyat

Karya: Yanto In Action

Di istana dusta, berdindingkan kebohongan,
Wakil rakyat berdansa, di atas penderitaan.
Jas berbalut emas, sepatu menginjak harga diri,
Hedonisme menggerogoti, jiwa mati tak bernyawa.

Kursi haram, fasilitas terkutuk,
Kebijakan busuk, merobek-robek nurani.
Ketua partai serakah, berkuasa tanpa ampun,
Menjual bangsa, demi syahwat duniawi.

Rakyat meraung, kelaparan dan putus asa,
Janji palsu terngiang, bagai hantu di telinga.
Duri dalam parlemen, menancap dalam jantung,
Pengkhianatan terkutuk, takkan pernah terampun.

Kepercayaan hancur, harapan musnah,
Amarah meledak, membakar jiwa yang resah.
Kebengisan merajalela, memicu pemberontakan,
Rakyat bangkit, melawan kezaliman yang memuakkan.

Dulu dipuja, dengan sejuta mimpi,
Kini dikhianati, oleh nafsu bejat tak terperi.
Wakil rakyat iblis, tak punya hati,
Menjual ibu pertiwi, demi kenikmatan sesaat.

Di setiap pelosok negeri, kemarahan bergelegar,
Menuntut keadilan, dengan kobaran semangat membakar.
Jangan salahkan rakyat, jika murka membahana,
Karena pengkhianatan, adalah neraka dalam jiwa.

Saatnya berontak, melawan tirani yang keji,
Menegakkan kebenaran, dengan keberanian sejati.
Duri dalam parlemen, harus ditumpas habis,
Agar demokrasi, kembali suci dan bersih.

Inilah janji, dari rakyat yang terluka,
Melawan hedonisme, hingga tetes darah terakhir.
Duri dalam parlemen, akan hancur berkeping-keping,
Indonesia merdeka, adil dan gemilang.

Exit mobile version