Oleh: Rudiyanto, S.Pd., Gr (Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan)
Selain melaksanakan amalan ibadah wajib, umat muslim juga hendaknya dapat menyempurnakan ibadahnya dengan senantiasa melaksanakan amalan ibadah sunnah sebagaimana seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada momentum bulan Dzulhiijah ini, umat muslim diseluruh penjuru dunia akan melaksanakan perayaan hari raya Idul Adha. Berdasarkan pemantauan hilal dengan model rukyatul hilal yang telah dilaksanakan pada hari Selasa kemarin Tanggal 27 Mei 2025, Pemerintah melalui Kementerian Republik Indonesia (KEMENAG RI) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha tahun 2025 jatuh pada hari Jum’at tanggal 6 Juni 2025. Hal ini juga sesuai dengan Kalender Hijriah 1446 yang telah dirilis Kementerian Republik Indonesia (KEMENAG RI), Hari Raya Idul Adha yang dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada hari Jum’at, 6 Juni 2025.
Pada perayaan hari raya Idul Adha 1446 H ini, umat muslim hendaknya dapat mengisi dan mengamalkan ibadah-ibadah sunnah hari raya Idul Adha 1446 H. Dengan demikian peringatan hari raya Idul Adha 1446 H yang hanya jatuh satu sekali, dapat kita manfaatkan sebagai ladang pahala dan sarana menggapai ridha dan keberkahan dari Allah SWT.
Menurut hemat penulis, beberapa amalan ibadah sunnah yang dapat dilakukan oleh umat muslim antara lain adalah sebagai berikut:
- Melafadzkan kalimat thayyibah
Pada saat menjelang malam dan pelaksanaan hari raya Idul Adha 1446 H, umat muslim hendaknya menggemakan kalimat-kalimat thayyibah seperti kalimat takbir (Allaahu Akbar), Tasbih (Subhaanallaah), Tahlil (Laailaahaillallaah), Tahmid (Alhamdulillaah) dan Istighfar (Astaghfirullaahaladziim). Malam hari raya Idul Adha 1446 H atau sering disebut dengan malam takbiran, merupakan salah satu malam yang sangat mustajab. Dengan melafadzkan dan menggemakan kalimat-kalimat thayyibah ini, maka keberkahan dan ampunan ALLAH SWT akan senantiasa tercurahkan
- Mandi dan memakai wewangian
Menjelang pelakanaan Hari raya Idul Adha 1446 H, umat muslim hendaknya dapat mengawalinya dengan mandi sunnah dan memakai wewangian. Mandi meruapakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan kesucian badan kita. Selain itu, wewangian yang digunakan hendaknya wewangian yang tidak mengandung alkohol.
- Memakai pakaian yang terbaik
Sebagai wujud syukur kita, pada saat perayaan hari raya Idul Adha 1446 H, hendaknya umat muslim dapat mengenakan pakaian yang terbaik. Pakaian terbaik tersebut dapat berupa pakaian koko dan tentu pakaian yang dapat menutup aurat sesuai dengan yang diajarkan oleh sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW dan kaidah-kaidah Islam
- Menjalankan shalat sunnah Idul Adha dengan berjalan kaki
Pada saat hari raya Idul Adha 1446 H, umat muslim hendaknya dapat melaksanakan shalat sunnah Idul Adha. Ketika hendak menuju Masjid, umat muslim dianjurkan untuk berjalan kaki dan melewati jalan yang berbeda. Hal ini sesuai dengan sunnah-sunnah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh (HR. Ibnu Majah no.1295) yang berbunyi: “Rasulullah SAW biasa berangkat shalat ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang juga dengan berjalan kaki”. Selain itu, dalam riwayat lain (HR. Bukhori no. 986): “Nabi Muhammad SAW ketika shalat ied, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang”.
- Mempererat silaturrahim
Momentum peringatan hari raya Idul Adha 1446 H ini hendaknya dapat dimanfaatkan oleh umat musim untuk bersilaturrahim. Silaturrahim dapat memperluas rezeki dan dapat menggugurkan dosa-dosa umat muslim. Dengan demikian, setelah pelaksanaan shalat ied, hendaknya dapat dilanjutkan dengan bersilaturrahim kepada orang tua, keluarga, sahabat, tetangga dan lain sebagainya. (BP)*












