Ikan Air Tawar Endemik Pulau Bangka

Oleh : Suryan Masrin

Menarik sekali buku yang berjudul Ikan-ikan Air Tawar Bangka yang tulis oleh para tim para peneliti UBB dan rekan kerjasamanya. Dalam kurun waktu tiga tahunan dapat mengumpulkan sebanyak 104 spesies ikan air tawar yang tersebar di Pulau Bangka. Sebuah usaha yang harus diacungi jempol.

Buku ini masih hangat, baru saja diterbitkan pada bulan Juni 2025 oleh UBB Press. Disajikan sebagai informasi menarik terkait ikan-ikan yang ada di Pulau Bangka. Meskipun diakui oleh para tim peneliti ini hanya sebagian saja dari jenis yang ada. Bisa jadi masih ada jenis lain dan spesies baru. Seperti spesies endemik yang hanya ditemukan pulau ini, yakni Betta burdigala, B chloropharhynx, B. schalleri, Parosphromenus deissneri. P. juelinea dan Sundadanio gargula.

Dari pembacaan saya, bahwa ada yang menarik dari spesies yang disajikan, yakni spesies yang paling banyak variannya adalah ikan jenis seluang, tempalak dan pelungor. Jumlah yang terdata jenis seluang sebanyak sebelas, tempalak dengan jumlah sepuluh dan pelungor dengan jumlah delapan. Termasuk juga ada ikan-ikan yang menarik dan unik menampilkan jenis atau spesies lucu dan berpostur sedikit transparan yang belum pernah saya temui.

Saya sependapat dengan kata-kata penulis bahwa penamaan lokal itu sangat bervariasi, sesuai dengan domisili dan tempatan masyarakat yang ada di Pulau Bangka, misal penyebutan pada spesies ketibong ditempat tinggal saya dengan penyebutan kepurong, humok dengan penyebutan ketembek, delak dengan penyebutan Kiong kecupok, dan pala pinang dengan penyebutan pelepah pinang.

Ada juga ikan yang memiliki sengat (patel) dan berbisa. Selain baung ada jenis Lekok yang juga memiliki bisa, bahkan terkadang lebih sakit daripada baung.

Sedikit tambahan, sangat disayangkan dalam buku ini tidak disajikan biografi singkat tim penulis atau latar belakang dan aktivitasnya sebagai penguat informasi.

Mentok, 31 Juli 2025

Suryan Masrin

 

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version