Oleh: Iyek Aghnia
Menjadi juara lomba baca puisi adalah impian setiap peserta lomba. Tentunya membanggakan ketika menenangkan lomba baca puisi.
Puisi memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat melalui penggunaan bahasa yang kuat, imajinatif, dan emosional.
Indra Pirmana, guru yang mengabdi di SMPN 5 Payung, Bangka Selatan menuliskan buku tentang cara menjadi juara lomba puisi.
Baca Buku Ini, Jika Ingin Juara Baca Puisi adalah karya alumni jurusan Bahasa dan Sastra ini yang diterbitkan penerbit Galuh Patria, Jogjakarta.
Buku ini adalah salah satu buku yang diluncurkan pada Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan yang ke-23 tahun 2026 bersama 22 buku lainnya karya penulis lokal Bangka Selatan.
Buku memuat teknik membaca puisi yang dilengkapi dengan foto pendukung yakni bagian 1 adalah tentang memahami Puisi.
Sedangkan bagian 2 berisikan Trik Baca Puisi.
Cara Memegang Teks Baca Puisi puisi ada di bagian 3. Sementara contoh Teks Puisi dan Baca Puisi melalui barcode ada di bagian ke empat (4).
Indra menjelaskan buku ini hadir untuk mengabadikan karya sastra dan meningkatkan kemampuan baca puisi, memperluas wawasan, dan berbagi pengalaman baca puisi.
“Selain itu buku ini menjadi wadah untuk meningkatkan literasi terutama dalam bidang sastra,” ungkapnya, Jumat (29/1) sore.
Lulusan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berpengalaman menjadi pelatih baca puisi di jenjang SD, SMP, dan SMA semenjak tahun2011.
Indra Pirmana pernah membawa murid-muridnya menjadi juara 3 Kabupaten jenjang SD. Untuk jenjang SMP juara 1 Kabupaten. Sedangkan tingkat Provinsi meraih juara 3 lewat ajang FLS2N.
Sementara untuk jenjang SMA Juara 1 Kabupaten dan Juara 2 Provinsi.
Penulis buku Baca Buku Ini Jika Ingin Juara Baca Puisi, pernah menyabet Juara 2 Lomba Baca Puisi tingkat Provinsi jenjang guru se-Babel yang diselenggarakan oleh PGRI Provinsi dalam rangka Hari Guru Nasional ke 79 tanggal 14 November 2024 lalu.
Di kejauhan, terdengar suara peserta lomba baca puisi yang membawakan karya Sang Maestro WS. Rendra.
Apakah peserta lomba baca puisi itu telah membaca buku karya Indra Pirmana, sang penulisnya?
Tentang Mata
Karya : WS. Rendra
Aku merindukan mata bayi
setelah aku dikhianati mata durjana.
Aku merindukan mata hari
karena aku dikerumuni mata gelap.
Aku merindukan mata angin
karena aku disekap oleh mata merah saga.
Wahai, mata pisau! Mata pisau di mana-mana
Mata batin! Mata batin!
Hadirlah kamu!
Hadirlah kamu di saat yang rawan ini.
Wahai, mata batin!
Kedalaman yang tak terkira.
Keluasan yang tak terduga.
Harapan di tengah gebalau ancaman. (BP/ KM)*












