Bekaespedia.com. Pangkalpinang_Momen penuh berkah terjadi tadi pagi di Ruang VVIP Bandara Depati Amir Pangkalpinang. Sebelum bertolak melanjutkan dakwahnya ke Kota Palembang setelah 2 hari mengisi TABLIGH AKBAR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustadz Abdul Somad (UAS) menyempatkan diri memberikan pesan khusus dan lengkap untuk DKM Masjid Se-Indonesia, wabil khusus 2000 Masjid Se-Bangka Belitung dan Ketua DMI Babel beserta jajaran.
Pesan itu disampaikan dalam sesi tanya jawab bersama HM. Rasyid Ridho, S.Ag yang mengantar beliau ke bandara.
Dalam video tersebut, HM. Rasyid Ridho, S.Ag menyampaikan kepada UAS bahwa masjid di Indonesia ini hampir 1 juta masjid dan khusus di Babel ada 2000 dan mushollah masjidnya sudah besar-besar bagaimana pesan UAS agar DKM Masjid bisa mengurus memanajemen masjid dengan baik menjadi masjid yang makmur, masjid yang ramah anak sebagai generasi penerus DKM kedepan.
UAS menjawab dalam diskusi ini dengan membagikan FORMULA 3 PROGRAM MEMAKMURKAN MASJID:
1. PROGRAM PENDIDIKAN
Kunci Ikatan Jangka Panjang
“Usahakan masjid yang ada tanahnya buatkan TK,” pesan UAS.
Kenapa TK? Karena kalau hanya pengajian, orang ada mood-moodnya. Tapi kalau TK, orang tua ada keterikatan setiap hari dari pagi sampai zuhur. Anak-anak dibesarkan di masjid.
Tips dari UAS: Buat target simpel, tamat TK hafal Juz 30. Lalu buat Wisuda Akbar Se-Bangka Belitung. Bila anak-anak itu diwisuda bersama, mereka akan semangat melanjutkan hafalan.
2. PROGRAM DAKWAH
Harus Berkurikulum, Bukan Ceramah Lepas
“Berhentilah ceramah-ceramah saja. Bagus, tapi harus bersilabus,” tegas UAS.
UAS meminta DMI Babel membuat kurikulum tetap:
– *Akidah:* Kitab Aqidatul Awam dan Syarahnya
– Fikih: Kitab Fathul Qarib Syarah Matan Taqrib
– Akhlak: Kitab Bidayatul Hidayah Imam Al-Ghazali
– Tahsin Al-Qur’an
Jadwal ideal: Jika masjid besar 3 kali seminggu. Jika masjid kecil, buat sebulan 4 kali. Pekan pertama Akidah, pekan kedua Fikih, pekan ketiga Akhlak, pekan keempat Tahsin.
Dan untuk Ustadznya, buatkan *TOT (Training of Trainer). Materi dikunyah dulu sampai halus oleh alumni Al-Azhar yang bersanad, baru disuapkan ke jamaah. “Jangan jengkol disuapkan ke mulut bayi, mati dia,” canda UAS.
Maghrib Mengaji untuk anak-anak: halaqah Iqro dan hafalan surat pendek. Untuk Ibu-ibu: sore Jumat ba’da Ashar dengan Yasin, Tahlil, dan kajian.
3. PROGRAM SOSIAL
– Membangun Kepercayaan (Trust)
Program sosial: Khitan massal (3 bulan sekali atau setahun sekali), ATM Beras (jamaah datang ke masjid bawa kartu), dan santunan anak yatim minimal 3 kali setahun: menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan tahun baru sekolah.
Kunci paling penting menurut UAS adalah TRANSPARANSI.
“Umumkan terus, bulan ini dapat segini, pengeluaran segini. Pengurus tidak ada yang mengambil. Kalau orang sudah percaya, jangankan duitnya, nyawanya pun dia kasih. Tapi kalau sekali orang kena tipu, seumur hidup dia tak percaya.”
UAS dengan tegas berpesan: Pengurus yang nakal dan mengambil uang masjid harus dikeluarkan.
Terakhir, UAS menyampaikan pesan dari Bapak Jusuf Kalla, Ketua DMI Pusat: 80% kegiatan di masjid itu memakai mikrofon. Imam, Khatib, Muadzin, Qari pakai mikrofon. Maka perbaiki sound system. Biar jamaah nyaman salat Subuh dan mengaji karena soundnya bagus.
Diskusi Ketua DMI BABEL bersama UAS ditutup dengan doa agar menjadi amal jariyah bagi siapa yang men-share ke grup-grup masjid.
Dokumentasi Video: Pertemuan Eksklusif di VVIP Bandara Depati Amir, Pangkalpinang bersama UAS, HM. RASYID RIDHO, S.Ag Selaku Ketua DMI Babel.
Mari kita laksanakan 3 program ini. Masjid Makmur, Babel Berkah.
Barokallah.
Ahad, 27 September 2026
Ruang VVIP BANDARA Depati Amir Pangkalpinang. TABAROKALLAH.
