Peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Al-Hidayah Tempilang: Momentum untuk Mengamalkan Ajaran Rasulullah SAW

Laporan : Medi Hestri

Bekaespedia.com, Tempilang. Pengurus Dewan Kemakmuran Masjid ( DKM ) Al-Hidayah Tempilang Desa Tempilang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat menggelar Tabligh Akbar di Masjid Al-Hidayah, Selasa ( 20/1/26 ).

Kegiatan ini diselenggaran dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

“Melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, baik bagi jama’ah maupun masyarakat”,  jelas Ketua DKM Al-Hidayah Ramadhan dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jama’ah dan undangan yang hadir dan panitia pelaksana penyelenggara,

“peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekedar seremonial, tetapi menjadi wadah untuk mengingat kembali ajaran Rasulullah SAW dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya ditengah perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan modern”, kata Rusian, S.K.M, M.H, camat kecamatanTempilang,

“Semoga peringatan Isra’ Mi’raj ini menjadikan kita semakin dekat kepada Allah SWT, lebih taat dalam beribadah, serta lebih peduli terhadap sesama”, imbuhnya

Peringatan Isra’ Mi’raj diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Rio Gunawan, Lc, MA, MP.

Dalam Tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Islam,

“Sebuah perjalanan yang luar yang dialami Rasulullah SAW atas kehendak dan kekuasaan Allah SWT. Dalam satu malam, Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina(Isra’) lalu dinaikan ke langit hingga Sidratul Muntaha”, kata Ustadz Rio.

“Peristiwa ini terjadi bukan tanpa alasan. Isra’ Mi’raj datang pada masa yang sangat berat bagi Rasulullah SAW, setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, serta penolakan dakwah di Thaif. Dalam kondisi penuh ujian itulah Allah SWT memperlihatkan kasih sayang-Nya dengan menghibur Rasulullah SAW melalui perjalanan spritual yang luar biasa”, imbuhnya

Lebih lanjut Ustadz Rio Gunawan mengatakan salah satu hikmah terbesar dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah diwajibkannya Sholat lima waktu,

“Sholat bukan sekedar ibadah biasa, melainkan ibadah yang diterima langsung oleh Rasulullah SAW tanpa perantara malaikat. Ini menunjukkan berapa istimewanya sholat dalam kehidupan seseorang muslim”, ujar Ustadz Rio.

” Sholat adalah tiang Agama. Jika sholatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Sebaliknya jika sholatnya rusak maka rusak pula amal-amal lainnya. Oleh karena itu, Isra’ Mi’raj seharusnya menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi kembali kualitas sholat kita, apakah sudah tepat waktu, khusyuk, dan penuh kesadaran akan kehadiran Allah SWT”, tambahnya

Di akhir Tausiyahnya Ustadz Rio menyampaikan Isra’ Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga pelajaran kehidupan. Ia mengajak agar seluruh umat islam  jadikan peristiwa ini sebagai motivasi untuk meningkatkan keimanan,

“Mari kita menjaga sholat, dan membersihksn hati kita. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk istiqomah dalam menjalankan ajaran Islam”, pungkas Ustadz Rio.

Acara turut dihadiri Camat Tempilang, Rusian, S.K.M, M.H, Kades Tempilang, Rosidi, S. Pd, Pengurus Yayasan dan DKM Al-Hidayah, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, Pimpinan Pompes Modern Madinatul ‘Ilmi, Ustadz Irwandi, Santri-santriwan Pompes modern Madinatul ‘Ilmi dan Uwais Alqorni, serta para jemaah dan undangan lainnya.

Selama kegiatan Tabligh Akbar berlangsung aman dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *