Oleh Dato’ Akhmad Elvian DPMP.
Bekaespedia.com, Guna memperlancar transportasi dari Distrik Pangkalpinang ke Distrik Merawang dan selanjutnya menuju Distrik Sungailiat, maka Pemerintah Belanda dalam Pasal 30 Lembaran Negara 1851 Nomor 62, mulai membangun jalan baru dari Kampung Baturusak ke Distrik Pangkalpinang, yang jaraknya lebih diperpendek sekitar 43 paal dan diselesaikan pada Tahun 1851, Jalan ini merupakan jalan yang kita gunakan hingga sekarang.
Jalan awal yang digunakan dari Distrik Sungailiat menuju ke Distrik Pangkalpinang sebelum dibangun jalan baru Tahun 1851, menurut Dr. S.A. Buddingh, dalam Neerlands-Oost-Indie Reizen Over Java, Madura, Makasser, …Banka, … ; gedaan gedurende het tijduak nan 1852-1857, Hal. 54 adalah rute yang melewati kampung Marawang, Padang, Lajang, Tjamporan, Pairaja, Poeding, Sid, Loko dan Petaling, merupakan jalan memutar yang panjang. Tetapi ada juga jalan pedalaman, yang langsung mengarah dari Soengiliat ke Pankalpinang, berjarak 14 paal, meskipun sebagian besar melewati lalaps (lelap) atau melalui daerah rawa, tentu saja Saya pilih. Akan tetapi, ketika hujan deras, jalan ini, atau lebih tepatnya jalan setapak rawa ini, tidak dapat dilalui, dan perjalanan harus dilakukan sepenuhnya di sepanjang Sungai Marawang dengan perahu. Di tempat pendaratan dekat benteng pertahanan Saya menemukan perahu yang siap, dan berlayar dengannya untuk jarak tertentu menyusuri Sungai Marawang yang luas, yaitu ke muara Sungai Pandek, yang merupakan cabang atau anak Sungai Marawang. Di dermaga yang dibangun jauh di dalam, di sini saya turun ke darat lagi, melewati Kampung Seliendoeng-moessoe (maksudnya Selindung) dan Gebak (maksudnya Gabek) dan sepanjang kelokan Sungai Pankalpinang yang tak terhitung jumlahnya atau Soengi-Aijer-itam (Air Hitam, yang bermuara di Sungai Marawang), dan mencapai kota utama Pankalpinang, yang terletak di sungai dengan nama yang sama (Sungai Pangkalpinang), sekitar tengah hari, di mana saya menikmati keramahan dari Administrator, Tuan Mensinga. Dari Sungailiat ke Pangkalpinang, Pagi terlihat malampun terkenang.
