Opini  

Jangan Sakiti Orang Lain: Pesan Terakhir yang Tak Pernah Usang

Oleh: Yanto,M,PD ( Guru, Motivator & Da’wah Indonesia)

Bekaespedia.com,- Pernahkah kamu berhenti sejenak dan berpikir: seberapa sering kita tanpa sadar menyakiti orang lain, baik lewat kata-kata, tindakan, atau bahkan sikap diam yang tak berperasaan? Dalam khutbah terakhir Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, terselip pesan yang begitu sederhana namun memiliki bobot yang luar biasa: “Jangan menyakiti orang lain sebagaimana kamu tidak mau disakiti. Ingatlah, kita semua akan bertemu Allah dan setiap amalan akan dipertanggungjawabkan.”
Kalimat ini bukan sekadar nasihat biasa, melainkan sebuah cermin yang memantulkan kembali sikap kita terhadap sesama. Seringkali, kita mudah sekali melontarkan kata-kata pedas, melakukan tindakan yang merugikan, atau mengabaikan perasaan orang lain, seolah-olah hal itu tidak memiliki konsekuensi. Namun, pesan Rasulullah mengingatkan kita bahwa setiap tindakan memiliki balasan, dan setiap luka yang kita timbulkan pada orang lain akan kembali pada kita dalam bentuk yang tak terduga.
Prinsip “jangan menyakiti sebagaimana tidak mau disakiti” adalah dasar dari etika dan moral yang universal. Ini mengajarkan kita untuk memiliki empati—kemampuan untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain. Jika kita tidak mau dibohongi, maka jangan bohongi orang lain. Jika kita tidak mau dihina, maka jangan hina orang lain. Jika kita tidak mau ditinggalkan dalam kesulitan, maka jangan tinggalkan orang lain saat mereka membutuhkan bantuan.

Namun, pesan ini juga memiliki dimensi spiritual yang dalam. Ingatan bahwa kita semua akan bertemu Allah dan mempertanggungjawabkan setiap amalan adalah pengingat yang kuat bahwa hidup ini tidak hanya sebatas duniawi. Setiap tindakan kita, sekecil apapun, akan dicatat dan dipertanggungjawabkan di hadapan Yang Maha Kuasa. Ini membuat kita lebih berhati-hati dalam bertindak, lebih bijak dalam berbicara, dan lebih peduli terhadap orang lain.
Di dunia yang serba cepat dan seringkali individualis ini, pesan Rasulullah ini menjadi semakin penting. Kita seringkali terjebak dalam kepentingan sendiri, lupa bahwa di sekitar kita ada orang-orang yang juga memiliki perasaan, harapan, dan kesulitan. Dengan mengamalkan pesan ini, kita tidak hanya menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama, tetapi juga membangun jiwa yang bersih dan suci, siap untuk menghadapi pertemuan dengan Allah.
Jadi, mari jadikan pesan terakhir Rasulullah ini sebagai pedoman hidup kita. Mari kita belajar untuk lebih berhati-hati, lebih empati, dan lebih bertanggung jawab dalam setiap tindakan kita. Karena pada akhirnya, kebahagiaan dan ketenangan hidup tidak hanya terletak pada apa yang kita miliki, tetapi juga pada bagaimana kita memperlakukan orang lain.

Exit mobile version