Oleh. Zikri Alamsyah
Bekaespedia.com, Ekspedisi Geopark yang diselenggarakan di TWA Gunung Permisan oleh komunitas Kelekak Bangka dan Pokdarwis Bukit Nenek Desa Gudang mengusung tema “Menelusuri Keanekaragaman Hayati dan Jelajah Cadas Purbakala” merupakan event kolaboratif bersama Kopassas IAIN SAS Bangka Belitung, Institut Hijau Indonesia, Green Leadership Indonesia, Sekam Babel, serta peserta Pramuka dari SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Simpang Rimba, di dukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SUMSEL.
Eksplorasi dan inventarisasi dilakukan selama 2 hari yang berlangsung pada 23-24 Mei 2026 sekaligus peringatan Hari keanekaragaman hayati sedunia pada 22 Mei kemarin.
Melalui ekspedisi ini, keragaman jenis flora dan fauna menjadi sorotan penting. Karena, mengingat laju deforestasi akan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan pertambangan kian masif terjadi di Kepulauan Bangka Belitung.
TWA Gunung Permisan ditetapkan sebagai kawasan konservasi melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (SK.580/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016) tanggal 27 Juli 2016. dengan luas 3.149,69 hektare. Desa yang berbatasan langsung dengan TWA Gunung Permisan yaitu Desa Sebagin, Desa Rajik, Desa Permis, Desa Gudang, dan Desa Simpang Rimba.

Perjumpaan pelbagai jenis flora seperti Pohon nyatoh (Palaquium rostratum) sebagai puspa identitas Provinsi Kep. Bangka Belitung, Pasak bumi/puleh (Eurycoma longifolia) mengandung zat afrodisiak yang berguna untuk kebugaran, Pandan berduri (Pandanus tectorius) yang masyarakat Bangka mengenalnya dengan nama Jelutuk, kerab dimanfaatkan sebagai tikar dan gulungan makanan lepet khas Bangka Belitung, Pelawan kepuh (Tristaniopsis obovata), Kayu mang (Macaranga bancana), Merapin (Rhodamnia cinerea), Kweni (Mangifera foetida), Binjai (Mangifera caesia), Asam raman (Bouea macrophylla), Jengkol/jering (Archidendron jiringa).
Fauna yang teridentifikasi selama ekspedisi antara lain Bajing tiga warna (Callosciurus prevostii ) Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Ular kadut belang (Homalopsis buccata), Ular kedumpil/bandotan candi (Tropidolaemus wagleri), Ikan ceblang (Barbodes lateristriga), Ikan tanah (Barbodes sellifer), Ikan tempalak (Betta chloropharynx) Burung Paok hijau (Pitta sordida), Burung Srigunting batu (Dicrurus paradiseus), Mentilin/tarsius bangka (Cephalopachus bancanus bancanus) yang ditetapkan sebagai satwa identitas Provinsi Kep. Bangka Belitung dan juga berstatus dilindungi berdasarkan Peraturan mentri LHK No. 106 th. 2018.
Melihat sedikit dari banyaknya keanekaragaman hayati yang ada di TWA Gunung Permisan menandakan bahwa keasrian dan kelestarian ekosistem masih terjaga di Kawasan konservasi ini serta mengingatkan pula kepada kita perlu ada upaya spesifik akan langkah nyata dan konkrit untuk melindungi ribuan hingga jutaan biodiversitas Indonesia dari ancaman kepunahan.
Menjaga hutan adalah menjaga masa depan.
Selamat Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia.
Zikri Alamsyah | Dewa Rimba.
