Ketika Organisasi Tak Boleh Berhenti, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Unmuh Babel Gelar Musyawarah Ke-III Tahun 2026

Laporan : Putri Simba | Editor : Abok Amang

Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Gerakan kepanduan Hizbul Wathan kafilah penuntun Depati Amir Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung menggelar musyawarah kafilah ke-III di gedung Rusli Rahman Unmuh Babel, Jum’at (16/01/2026)

Kegiatan ini mengusung tema ” Spirit Musyawarah sebagai jalan pengabdian penuntun Hizbul Wathan”.

Kegiatan akan berlangsung selama dua hari, terhitung sejak tanggal 16-17 Januari 2026, dan pembukaan musyawarah diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh ayunda Stefani. Alunan ayat suci Al Qur’an mampu menghadirkan suasana hikmat. Hal ini menegaskan bahwa setiap proses pengambilan keputusan dalam Hizbul Wathan berpijak pada nilai keislaman dan sebagai penanda dimulainya kegiatan musyawarah.

Kegiatan di buka secara resmi oleh ramanda Rifki Hanif Setiawan,S.Ag.M.Pd, Pembina Hizbul Wathan Unmuh Babel.

Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa musyawarah merupakan ruh dari sebuah organisasi dan ditegakkannya bahwa musyawarah ke-III ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Hizbul Wathan di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung.

“Alhamdulillah, hari ini kita tiba pada musyawarah ke-III Hizbul Wathan. Sejak tahun 2022, musyawarah mulai dilaksanakan secara demokratis dan berkelanjutan. Organisasi harus diniatkan sebagai ibadah karena dalam organisasi kita dituntut 3 hal yaitu siap waktu,siap pemikiran dan siap harta. Dari sinilah pahala akan terus mengalir selama kebaikan itu diteruskan”, katanya

Dilanjutkannya dari tiga hal itu untuk berorganisasi silahkan ditanamkan supaya tidak ada yang salah niat, “Jadi jalankan organisasi itu dengan sebaik mungkin”, tegasnya

Ketua pelaksana Aurel Azico ,menilai musyawarah kafilah sebagai forum tertinggi dalam kafilah yang bukan hanya berfungsi sebagai agenda formal tetapi juga wadah evaluasi dan refleksi perjalanan organisasi.

“Disinilah kita belajar berdiskusi secara dewasa, berbeda pendapat dengan santun dan mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Musyawarah ini diharapkan melahirkan keputusan konstruktif dan kader-kader terbaik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan” ujarnya.

Di sisi yang sama Ayunda Artika Salsabilla dalam sambutannya menyampaikan bahwa musyawarah kafilah ke -III merupakan salah satu program kerja kaderisasi yang telah dirancang sebelumnya. Ia berharap kepengurusan selanjutnya mampu menjadi pengurus yang lebih baik, berakhlak islami,adaptif,dan progresif.

“Dari musyawarah ini kita membentuk program kerja ke depannya. Semangat semuanya karena sesuai semboyan jendral Sudirman menjadi Hizbul Wathan itu tidak mudah dan berat. Ragu atau bimbang lebih baik pulang” tuturnya

Dukungan penuh juga disampaikan oleh wakil rektor II Unmuh Babel,Ramanda Gatot Afrianto,S.Sos.I.,M.Pd., Ia menegaskan bahwa kepanduan Hizbul Wathan harus bergerak dan tidak berhenti pada seremoni semata.

“Di dalam kepanduan terus bergerak berkemajuan dan ini jangan berhenti. Biarkan organisasi lain seperti itu tapi Hizbul Wathan terus bergerak. Yang namanya kepanduan itu bergerak dan tidak pernah rugi”, katanya

Dikatakannya Kampus akan terus mendukung termasuk rencana penyediaan sekretariat UKM agar roda organisasi dapat berjalan lebih penting.

“Organisasi itu tidak bisa berdiri sendiri ia harus saling menyatukan dan dari kepanduan Hizbul Wathan inilah yang menyatukan dan kita berkumpul disini dalam rangka berdakwah mensyiarkan Islam”, imbuhnya

Melalui musyawarah Kafilah ke -III ini, Hizbul Wathan kafilah penuntun Depati Amir diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang amanah, solid dan berintegritas serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai idiologis Muhammadiyah dan Hizbul Wathan. Musyawarah ini diharapkan mampu menjadi wasilah lahirnya semangat baru dalam pengabdian, kaderisasi dan dakwah Islam yang berkemajuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *