Oleh: Dr. Minatur Rokhim, MA & Dr. Saidun Derani, MA
Khutbah Jumat-1
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللَّهِ هِيَ أَعْظَمُ مِفْتَاحٍ مِنْ مَفَاتِيحِ الرِّزْقِ، وَسَبَبٌ لِنُزُولِ الْبَرَكَاتِ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ﴾.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ، إِنَّ لِلرِّزْقِ أَبْوَابًا وَمَفَاتِيحَ، وَمِنْ أَعْظَمِهَا أَرْبَعَةٌ: أَوَّلُهَا تَقْوَى اللَّهِ، وَثَانِيهَا كَثْرَةُ الِاسْتِغْفَارِ، قَالَ تَعَالَى: ﴿فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ، يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا ، وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ﴾، وَثَالِثُهَا التَّوَكُّلُ عَلَى اللَّهِ، قَالَ تَعَالَى: ﴿وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ﴾، وَرَابِعُهَا صِلَةُ الرَّحِمِ، فَقَدْ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ».
أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، إِنَّ الرِّزْقَ لَيْسَ مَقْصُورًا عَلَى الْمَالِ فَقَطْ، بَلْ يَشْمَلُ الصِّحَّةَ وَالطُّمَأْنِينَةَ وَالْعِلْمَ وَالْبَرَكَةَ فِي الْحَيَاةِ، فَاحْرِصُوا عَلَى هَذِهِ الْمَفَاتِيحِ، وَتَمَسَّكُوا بِهَا، لَعَلَّكُمْ تُرْزَقُونَ رِزْقًا وَاسِعًا مُبَارَكًا
Jamaah Jumat Rahimakumullah
Makna rezeki dalam Kitab Sabil al-‘Abid ‘ala Jauhar al-Tauhid, karya Mahaguru para Ulama Nusantara (1820-1903), Guru KH. Ahmad Dahlan (wa. 1923) dan KH. M. Hasyim Asy’ari (w. 1947) adalah sesuatu yang sudah diambil manfaatnya dengan perbuatan ( p. 322).
Sebagai contoh dikatakan bahwa jika berupa makanan berarti sudah dimakan. Kalau berupa pakaian yang sudah dipakai. Kalau ada seseorang memiliki padi akan tetapi belum dimanfaatkan maka hal itu belum bisa dikatakan rezeki karen baru berupa sesuatu yang ia miliki.
Dan rezeki ini kata KH Soleh Darat ada yang makruh dan pula yang haram. Rezeki yang halal diperbolehkan menurut syara’, ijma’ dan qiyas. Sedangkan yang makruh adalah barang-barang syubhat menurut syara’. Korupsi, nyolong, berjualan barang haram masuk katagori rezeki yang haram.
Rezeki yang mahal adalah rezeki berupa kesehatan fisik lahir batin, dan kelapangan hati serta dimudahkan segala urusan dunia dan Akhirat.
Jamaah Jumat Yang dimulyakan Allah
Dari Imam Syafi’i (w. 820 ) ( naman lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhamad bin Idris asy-Syafi’i) dari Rasulullah berkata bahwa pembuka rezeki itu ada empat (4) yaitu solat malam, memperbanyak istighfar baik pagi maupun petang, memperanyak sadaqah, dan banyak berzikir baik pagi dan sore hari.
1. Solat Malam (qiyamul lail)
Qiyam al-Laili yaitu dengan selalu mendawamkan shalat malam yang bergitu besar fadhilahnya. Dalam surat Isra, ayat 79, Allah berfirman bahwa hendaklah kalian pada sebagian malam hari, sholat Tahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagi kalian, mudah-mudahan Rabb mengangkat kalian ke tempat yang terpuji (QS al-Isra : 79)
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir dikatakan bahwa dikutip dari Sahih Muslim ketika Rasulullah ditanya shalat apakah yang paling baik pasca shalat wajib? Maka beliau menjawab:”Shalat malam (Tahajjud) (Jilid I, 376).
Dalam Kitab Hadis Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi Dimasqi (w.1277) Rasulullah bersabda bahwa dari Jabir ra dia berkata “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda “Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu saat jika seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah Swt baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat niscaya Allah kabulkan permohonnannnya. Dan saat yang demikian itu ada pada setiap malam” (HR. Muslim).
2. Memperbanyak Istighfar (katsratul istighfar bi al-ashar)
Istighfar adakah tindakan memohon ampunan kepada Allah swt atas segala dosa dan kesalahan yang sudah diperbuat baik sengaja maupun tidak. Dasar kata istighfar adalah ghafara (Ghaffar) yang berarti menutupi, memohon agar Allah swt menutupi dosa hambaNya.
Dalam Kitab Ensiklopedi Alqur’an Kajian Kosakata dikatakan bahwa kata Ghaffar terulang sebanyak 5 kali, ada yang berdiri sendiri seperti dalam QS Nuh ayat 10 yang mengabadikan ucapan Nabi Nuh as kepada kaumnya: اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ
(Beristighfarlah kepada Tuhan-Mu sesungguhnya Dia senantiasa Ghaffara)
Dan QS Thaha ayat 82 yang berbunyi: وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى
(Sesungguhnya Aku Ghaffara bagi yang bertaubat, percaya dan beramal shaleh lalu memperoleh hidayah)
Sedangkan tiga lainnya dirangkai dengan sifat ‘Aziz yang mendahuluinya dalam konteks pengampunan dosa. Ini memberi kesan bahwa Allah sebagai Ghaffar bukan hanya menutupi kesalahan dan dosa-dosa hamba-Nya, akan tetapi yang ditutup-Nya itu dapat dapat mencakup banyak hal selain dosa. (an-Najm (53): 32; al-Furqan (25): 70; ar-Ra’d (13): 6; az-Zumar (39): 53).
Hujjatul Islam, Imam Ghazali (w. 1111) menyebutkan bahwa dosa itu mencakup dosa syirik, ghibah, namimah, riya’, ujub, takkabbur, pelit, kikir, gaya hidup, tak pandai berterima kasih, dosa telinga, mata, hidung, dosa mulut/lisan, dosa tangan, dosa perut, dosa kemaluan, kaki, dan hati yang tak khusyu’ dan lalai, dosa negative thinking. Semuanya ini dalam bahasa SWOT adalah kelemahan dan harus diganti (istighfar) dengan meningkatkan talent (bakat) melakukan hal-hal yang positif (pengampunan) yang melahirkan kemanfaatan untuk diri dan orang banyak. Dalam konteks ini makna memperbanyak istighfar yang dimaksud di atas (mengoreksi diri).
Jamaah Jumat Rohimakumullah
3. Memperbanyak Sadaqah (ta’ahadu sadaqah)
Makna sadaqah adalah pemberian harta atau non-harta (waktu, tenaga, ilmu, senyuman) secara sukarela untuk kemaslahatan bukan hanya uang. Utama diberikan kepda keluarga yang butuh. tetangga, lalu fakir miskin. Sedekah yang utama adalah saat sehat dan takut miskin. Contoh sedekah air, makanan, atau jariyah (buang sampah pada tempatnya).
Sadaqah ini berasal dari kata infak yang bentuknya bisa hibah dan zakat, sedangkan materi yang disadaqahkan tak hanya berbentuk materi, bisa pemikiran, tenaga, harta, kata yang santun dan membuang sampah pada tenpatnya.
Dalam Surat Al-Baqarah, ayat 261, Allah berfirman “Perumpamaan orang-orang yang menafkah hartanya di jalan Allah adalah sama dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir dan pada tiap-tiap butir menumbuhkan 100 biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja Dia kehendaki. Dan Allah Maha luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui (QS Al Baqarah ayat 261 yang berbunyi:
مَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِىۡ كُلِّ سُنۡۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ
Rasulullah bersabda yang artinya bahwasanya: “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR Shahih Tirmizdi). Nabi juga bersabda yang artinya kurang lebih: “Sadaqah itu penolak bala’. Dan “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah (HR Muslim no 2588). Dan “Jika seseorang meninggal 3 pahala yang terus mengalir; yaitu doa anak solih, ilmu yang bermanfaat, dan amal jariyah”. (HR Muslim 816).
4. Memperbanyak zikir Pagi dan Sore (zikir awwalu nahar dan akhiruhu)
Zikrullah (ذِكرالله) berarti menyebut Allah Swt dengan cara lisan maupun dalam hati yang diikuti kesadaran jiwa mengingat sifat-sifatNya yang mengandung kemulyaan dan kesempurnaan. Zikrullah dilakukan baik pagi maupun sebagaimana tuntun Rasul dan para ulama yang sohih.
Dalam Kitab Hadis Riyadhus Sholihin, Bab Zikir disebutkan bersumber dari hadis Rasulullah bahwa zikir yang sangat dianjutkan dibaca pagi sore adalah lailaha illallah (لاإله إلاالله), Subhanallah wa bihamdihi (سبحان الله وبحمده), Alhamdulillah (الحمدلله), Allah Akbar (الله أكبر), Astaghfirullah wa atubu ilaihi (أستغفرالله وأتوب إليه), la haula wala quwwata illah billah (لاحول ولاقوة إلا بالله).
Dalan surat al-Ahzab ayat 41-42 Allah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ ، وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kalian berzikir mengingat Allah sebanyak-banyaknya. Bertasbihlah memujiNya di pagi dan sore hari”.
Dalam hadis Muslim disebutkan bahwa barangsiapa waktu pagi dan petang membaca Subhanallah wabihamdihi 100 x maka pada hari Kiamat tak ada seorang pun yang lebih utama dari padanya, kecuali orang lain juga sama membaca seperti yang di baca.
Dari Utsman bin Affan (w. 656) ia berkata bahwa Rasulullah bersabda:” Jika seseorang memasuki waktu pagi dan petang dengan selalu membaca :
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
(Dengan nama Allah Dzat yang tidak akan berbahaya dengan asma-Nya segala sesuatu yang ada di bumi dan langit, Dia adalah Zat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak 3x maka ia tidak akan ditimpa suatu kejahatan” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).
Jamaah Jumat Yang dimulyakan Allah
Melalui Rasul dan para Pewarisnya menganjurkan kepada para pemeluk Islam untuk mengamalkan empat (4) pembuka rezeki di atas secara istiqamah yang masalah rezeki ini sangat penting dalam kehidupan perorangan maupun berbangsa dan bernegara.
Tuntunan Islam di atas langkah pertama qiyamul lail (solat malam), lalu memohon ampunan dari segala kesalahan dan dosa, dilanjutkan memancing rezeki dengan sadaqah berakhir dengan memuji kebesaran Allah sebagai Kasih Sayang Allah. Mari kita amalkan tuntuan Islam di atas semoga hidup kita “Rabbana Atina fi Dunya Hasanah dan Akhirat Hasanah dan terhindar dari Api Neraka (QS Al Baqarah: 201). Amiin ya Rabbal Alamiin
Khutbah Jumat ke-2
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ وَأشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ
