Kisah Abang-Adek : Kapital dan Kapitil

Oleh :  Ummi Sulis

Bekaespedia.com, Libur semester ganjil telah usai, Abang Adek kembali ke sekolah dengan ceria. Saat liburan, mereka kangen bersekolah, tetapi saat sudah masuk sekolah selalu bertanya kapan libur. Kadang-kadang, anak-anak itu lucu. Kalau kita, sih, inginnya libur terus.

“Belajar apa, Dek, hari ini?” tanya Abi saat mereka duduk santai di ruang tengah.

“Belajar menulis, tapi ada yang salah sama tulisan Adek. Lupa Makai huruf kapital, kata Bu Guru,” jawab Adek.

“Oh, penggunaan huruf kapital atau huruf besar, ya, Dek?” sambung Ummi dari ruang dapur.

“Iya, Mi, pada kata sapaan, nama orang, dan nama tempat,” lanjut Adek.

“Iya, kadang suka lupa anak-anak. Yang dipakek bukan kapital, malah kapitil semua,” imbuh Abi.

“Eh, kok, kapitil, Bi?” sela Abang.

“Iya, baru dengar, kapitil,” ujar Adek tertawa.

“Kenapa, Bang, Dek, baru dengar, ya?” sela Ummi.

“Iya, Mi,” jawab kedua anak itu hampir berbarengan.

“Sejak kapan istilah itu, Mi?” tanya Abang kepo.

“Baru aja, kok, Bang, kalau gak salah, Oktober 2025 kemarin.” Ummi membuka google. “Coba Ummi tengok di google dulu.” Ummi pun mengetik ke pencarian penggunaan istilah kapitil untuk penyebutan huruf kecil.

“Ada gak, Mi penjelasannya?” kepo Adek.

“Oh, ternyata entri kapitil di dalam KBBI Daring VI yang baru ditambahkan itu dijelaskan tentang informasi bahwa kata itu diusulkan oleh Cut Ida Agustina  sebagai editor KBBI. Relatif baru ditambahkan dari pengusulan 2024, yakni 29 Oktober 2025.” Ummi membaca pencarian.

“Terus, apakah kapitil itu memang lawan kata dari kapital (huruf besar)?” tanya Abi juga.

“Lema kapitil hanya memuat penjelasan kecil (tentang huruf a, b, c, dan seterusnya). Ada keterangan bahwa kata itu termasuk nomina (kata benda) dan merupakan ragam cakapan. Artinya, bukan kata resmi atau kata baku—beberapa orang menganggap semua kata yang ada di KBBI adalah kata baku, padahal tidak demikian. Gitu kata artikel di Kompasiana ini. Nanti kita pelajari lagi. Namun, kata kapitil erat hubungannya dengan kapital, sehingga orang tahunya lawan kapital adalah kapitil, hehe, lucu, ya.” Ummi menutup penjelasan super singkat tersebut.

“Adek mendengarnya sedikit aneh, kayak gimana … gitu,” senyum Adek berubah jadi tawa yang disusul Abang ikut cekikikan.

“Biar pada gak lupa kalau kapital huruf besar, kapitil untuk penyebutan huruf kecil,” ujar Abi. Kemudian terdengar cekikikan 3 beranak itu.

Fajar Indah, 10 Januari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *