Bekaespedia.com, Toboali,- Di Perpusda sedang ada pelatihan atau bimtek kepenulisan. Para pemateri yang memaparkan materi masing-masing telah masuk ke kelas mereka. Begitu pun dengan para peserta yang mengikuti, antusiasnya sangat menggugah semangat, bukan “menggugah kremi turu”, ya.
Ummi memaparkan materi di jam rawan ngantuk alias jam setelah makan siang sampai menjelang Ashar. Untuk itulah, setelah pembukaan kerjanya ngobrol, tanya jawab, tak lupa ikut menyaksikan pemaparan materi di balik pintu kaca ruang pembatas. Akhirnya Ummi permisi mau ke masjid dahulu untuk menunaikan ritual khusus, ada _deh_.
Sekembalinya dari masjid, sudah waktunya makan siang. Pemateri pun sudah beristirahat selesai menyampaikan paparannya. Bismillah, makan siang dahulu sebelum menghadapi audiens sesuai jadwal.
“Makan, Bunda …” Koh Toni menyapa sambil mengeluarkan bekalnya dari tas bekal yang berwarna oren.
“Iya, mari makan,” jawab Ummi.
Kokoh pun bercerita tentang vegetarian, karena beliau salah satunya yang menganut vegetarian.
“Sejak kapan vegetarian, Koh?”
“Sejak SMP, tapi mulai konsisten beberapa tahun ini.”
“Wah, berarti lumayan lama juga, jadi aku gak ragu kalau mau makan di rumah Kokoh, karena gak ada unsur B2-nya,” ucap Ummi.
“Tapi untuk susu sama telur masih belum bisa ninggalin,” lanjut Kokoh.
“Iya, kue bolu dan lainnya kan ada unsur itu,” ujar Ummi sambil tertawa.
“Iya, masih suka makan,” ujar Koko sambil tertawa.
“Gak papa, Koh, gajah aja tetep gendut dan besar, kok, walau vegetarian,” jawab Ummi sambil tertawa juga.
Itu artinya walau vegetarian, gak ngaruh terhadap pertumbuhan, dengan dibuktikan bahwa gajah tetap gendut dan besar meski hanya makan daun, Ummi lupa kalok gajah itu besar dan gendut faktor genetika yang utama.
“Ya, gajahnya sekali makan sekarung, jadinya tetep besar badannya, beda sama monyet, kalau makan pisang cuma satu, terus satu lagi.” Kokoh menjelaskan.
Sepertinya kedua orang itu lupa kalau monyet juga faktor genetika, tak bakalan bisa jadi seperti gajah walau makan pisang sekarung, heheh.
“Jadi Koh, walau vegetarian, gak ngaruh ya, kayak Koh Toni dan Gajah. Tetep bisa tumbuh.”
Dan begitulah, sesi pemaparan materi berikutnya pun sudah dimulai. Baik Koh Toni maupun Ummi, mereka sama-sama menghabiskan makan siangnya untuk segera melanjutkan aktivitas berikutnya.
*Catatan kecil dari Bimtek Kepenulisan di Perpusda Basel, 6 Mei 2026












