Oleh Rudiyanto, S.Pd.,Gr
Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
Tema peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 Tahun 2025 adalah: “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju. Menurut hemat penulis, tema ini diusung sebagai simbol semangat persatuan, perdamaian, kerukunan, toleransi dan semangat untuk memberantas angka kemiskinan serta semangat untuk memajukan Indonesia. Cita-cita dan semangat ini harus kita dukung secara penuh salah satunya ialah dengan cara mengisi kemerdekaan Republik Indonesia ini dengan kegiatan dan hal-hal positif serta berusaha menjadi insan-insan yang bermanfaat untuk bangsa Indonesia tercinta.
Dewasa kini, muncul fenomena ditengah-tengah masyarakat untuk mengibarkan bendera “one piece” yang disinyalir sebagai simbol ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah Indonesia. Selain itu, diberbagai daerah di Indonesia juga cenderung kurang antusias untuk mengibarkan bendera sang saka merah putih. Padahal, pemerintah daerah setempat telah menginstruksikan untuk menggelorakkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 ini salah satunya adalah dengan cara memasang bendera merah putih disetiap instansi-instansi lembaga hingga didepan rumah masing-masing mulai selama bulan Agustus. Minimnya antusias masyarakat untuk memasang bendera sang saka merah putih ini menurut hemat penulis disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
1. Minimnya Jiwa Patriotisme, Nasionalisme dan Cinta Tanah Air
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merdeka dengan penuh perjuangan dari para pahlawan kemerdekaan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk bangsa Indonesia. Tugas kita sebagai penerus generasi bangsa adalah dengan senantiasa mengisi kemerdekaan Indonesia ini dengan hal-hal dan kegiatan-kegiatan positif dengan rasa penuh semangat dan perjuangan serta cinta tanah air. Memasang bendera merah putih disetiap instansi lembaga, rumah masing-masih adalah salah satu wujud nyata jiwa patriotisme, nasionalisme dan cinta tanah air kita. Oleh karena itu, dengan penuh kesadaran penuh hendaknya kita semua dapat memasang bendera merah putih mulai dari rumah masing-masing, lingkungan sekitar tempat tinggal dan lain sebagainya. Dengan demikian, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang dewasa yang senantiasa menghargai jasa para pahlawan telah gugur mendahului kita.
Dalam perspektif Islam, sebagian besar ulama sepakat bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu, sebagai bangsa yang beragama hendaknya kita senantiasa mencintai bangsa Indonesia dengan sepenuh jiwa dan raga kita
2. Oknum-Oknum Provokator
Fenomena-fenomena menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) seperti “one piece”, gerakan untuk tidak mengibarkan bendera sang saka merah putih dan lain sebagainya merupakan provokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Menurut hemat penulis, fenomena-fenomena tersebut dapat memecah belah bangsa Indonesia serta dapat mengganggu keamanan dan ketertiban. Upaya-upaya untuk melakukan kritik dan saran terhadap pemerintah tentu harus dilakukan dengan tetap menjaga nilai-nilai jati luhur bangsa Indonesia. Tindakan provokasi hanya akan menimbulkan permusuhan dan ketidakharmonisan
3. Faktor Ekonomi
Tidak dapat dipungkiri bahwa angka kemiskinan di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Sehingga, beberapa masyarakat miskin dan kurang mampu khususnya di pelosok-pelosok Indonesia lebih memilih membelanjakan uangnya untuk mencukupi kebutuhan pokoknya ketimbang untuk membeli bendera merah putih. Apresiasi penulis terhadap para pemimpin dan para masyarakat yang mampu yang telah menginisiasi gerakan pembagian bendera sang saka merah putih secara gratis bagi masyarakat kurang mampu dan yang membutuhkan.
Pada akhirnya, sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai jati luhur bangsa dan sebagai bangsa yang menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita hendaknya kita memahami & mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme, nasionalisme dan cinta tanah air ke dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu upaya tersebut ialah dengan menyemarakkan semangat kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 ini. Sehingga tema kemerdekaan “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju akan benar-benar dapat terwujud. Selain itu, dengan penuh semangat persatuan dan kedaulatan yang senantiasa kita jaga, maka potensi-potensi provokasi, adu domb, perpecahan, perselisihan dan lain sebagainya dapat dicegah dan dihindari. Semoga melalui peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 ini, bangsa Indonesia akan semakin maju dan mampu berdaya saing di kancah internasional.
