Kurban Polsek Tempilang, Polisi Menyentuh Warga Lewat Kepedulian Hari Raya Idul Adha

Penulis: Medi Hestri dan Tim

Bekaespedia.com, Tempilang,- Suasana berbeda terlihat di halaman Mako Polsek Tempilang, Kamis (28/5/2026) pagi. Di tengah gema takbir Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, personel kepolisian yang biasanya identik dengan pengamanan dan penegakan hukum, kali ini tampak sibuk membantu proses penyembelihan hewan kurban hingga membagikan daging kepada masyarakat.

Sebanyak satu ekor sapi Bali dengan berat sekitar 210 kilogram disembelih dalam kegiatan kurban yang digelar Polsek Tempilang. Dari proses tersebut, panitia berhasil mengemas sekitar 200 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat di sekitar Kecamatan Tempilang.

Kegiatan itu dihadiri langsung Kapolsek Tempilang bersama personel, panitia kurban, dan warga sekitar. Pelaksanaan dilakukan pada Kamis karena sehari sebelumnya, Rabu (27/5/2026), kegiatan serupa telah lebih dahulu dilaksanakan di Mako Polres Bangka Barat.

Di balik proses penyembelihan hingga pembagian daging, ada suasana hangat yang terasa berbeda. Warga dan aparat tampak membaur tanpa sekat. Kapolsek Tempilang, Ipda M. Deni Irawan, S.H., membantu mengangkat daging, sementara lainnya menyerahkan paket kurban langsung kepada masyarakat.

“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang bagaimana rasa peduli dan kebersamaan itu benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Deni Irawan di sela kegiatan.

Bagi Ipda M. Deni Irawan, S.H., kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan seremonial. Kurban dijadikan momentum untuk mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa polisi bukan hanya hadir saat ada persoalan keamanan, tetapi juga hadir dalam kebersamaan dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi masyarakat saat ini, pembagian daging kurban memiliki makna yang lebih dalam. Tidak sedikit warga yang datang dengan wajah penuh syukur saat menerima paket daging dari tangan para personel polisi.

Pemandangan sederhana itu menghadirkan pesan kuat bahwa kedekatan antara aparat dan masyarakat tidak selalu dibangun lewat formalitas, melainkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

“Kadang masyarakat hanya ingin merasa diperhatikan. Hal kecil seperti ini bisa menghadirkan rasa dekat antara polisi dan warga,” kata seorang warga yang hadir menerima daging kurban.

Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban tersebut berlangsung lancar, tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Di tengah kesibukan menjaga keamanan wilayah, Polsek Tempilang mencoba menunjukkan satu hal penting bahwa di balik seragam dan tugas negara, masih ada ruang kemanusiaan yang terus dijaga.

 

Penulis: Medi Hestri dan Tim

Bekaespedia.com, Tempilang,- Suasana berbeda terlihat di halaman Mako Polsek Tempilang, Kamis (28/5/2026) pagi. Di tengah gema takbir Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, personel kepolisian yang biasanya identik dengan pengamanan dan penegakan hukum, kali ini tampak sibuk membantu proses penyembelihan hewan kurban hingga membagikan daging kepada masyarakat.

Sebanyak satu ekor sapi Bali dengan berat sekitar 210 kilogram disembelih dalam kegiatan kurban yang digelar Polsek Tempilang. Dari proses tersebut, panitia berhasil mengemas sekitar 200 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat di sekitar Kecamatan Tempilang.

Kegiatan itu dihadiri langsung Kapolsek Tempilang bersama personel, panitia kurban, dan warga sekitar. Pelaksanaan dilakukan pada Kamis karena sehari sebelumnya, Rabu (27/5/2026), kegiatan serupa telah lebih dahulu dilaksanakan di Mako Polres Bangka Barat.

Di balik proses penyembelihan hingga pembagian daging, ada suasana hangat yang terasa berbeda. Warga dan aparat tampak membaur tanpa sekat. Kapolsek Tempilang, Ipda M. Deni Irawan, S.H., membantu mengangkat daging, sementara lainnya menyerahkan paket kurban langsung kepada masyarakat.

“Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban, tetapi tentang bagaimana rasa peduli dan kebersamaan itu benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Deni Irawan di sela kegiatan.

Bagi Ipda M. Deni Irawan, S.H., kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan seremonial. Kurban dijadikan momentum untuk mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat melihat bahwa polisi bukan hanya hadir saat ada persoalan keamanan, tetapi juga hadir dalam kebersamaan dan kepedulian sosial,” ungkapnya.

Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi masyarakat saat ini, pembagian daging kurban memiliki makna yang lebih dalam. Tidak sedikit warga yang datang dengan wajah penuh syukur saat menerima paket daging dari tangan para personel polisi.

Pemandangan sederhana itu menghadirkan pesan kuat bahwa kedekatan antara aparat dan masyarakat tidak selalu dibangun lewat formalitas, melainkan melalui tindakan nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.

“Kadang masyarakat hanya ingin merasa diperhatikan. Hal kecil seperti ini bisa menghadirkan rasa dekat antara polisi dan warga,” kata seorang warga yang hadir menerima daging kurban.

Kegiatan pemotongan dan pembagian hewan kurban tersebut berlangsung lancar, tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Di tengah kesibukan menjaga keamanan wilayah, Polsek Tempilang mencoba menunjukkan satu hal penting bahwa di balik seragam dan tugas negara, masih ada ruang kemanusiaan yang terus dijaga.

Exit mobile version