Lebih dari Sekadar Medali: Pena Archery Club Bangka Selatan Tumbuhkan Prestasi, Sportivitas, dan Cinta Panahan

Laporan : Zulaikha

 

Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Di balik setiap anak panah yang melesat menuju sasaran, tersimpan cerita tentang disiplin, keberanian, dan semangat pantang menyerah. Itulah nilai yang terus dijaga oleh Pena Archery Club (PAC) Bangka Selatan, sebuah komunitas panahan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berkomitmen menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga panahan.

Komitmen itu kembali terlihat pada Timah Archery Competition 2026 Indoor Distance yang digelar di Lapangan Panahan PT Timah (Persero) Tbk, Pangkalpinang. Diikuti 192 atlet dari berbagai klub dan daerah, kejuaraan ini menjadi ajang pembuktian kemampuan sekaligus silaturahmi para pemanah dari berbagai kalangan.

Pada kejuaraan tersebut, Pena Archery Club (PAC) Bangka Selatan mengirimkan lima atlet, terdiri atas empat atlet Barebow, yakni Yuliati, Nany Guningsih, Erni, dan Juniarti, serta satu atlet Recurve Men, Vallery Allen. Seluruh kontingen didampingi oleh official Harumi, yang memastikan para atlet dapat bertanding dengan nyaman, fokus, dan penuh percaya diri sepanjang kompetisi.

Menariknya, seluruh atlet yang diturunkan merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Di tengah tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat, mereka tetap meluangkan waktu untuk berlatih secara konsisten, membuktikan bahwa dedikasi terhadap profesi dapat berjalan beriringan dengan semangat berprestasi di bidang olahraga.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Yuliati sukses mempersembahkan medali emas pada Kategori Barebow Women 18 Meter (Open), sedangkan Nany Guningsih berhasil meraih medali perunggu pada penampilan perdananya di ajang kompetisi resmi.

Bagi Yuliati, raihan emas tersebut menjadi kelanjutan dari perjalanan panjang yang telah ia tempuh di dunia panahan. Atlet yang juga merupakan ASN Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan ini telah beberapa kali mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan. Bahkan pada April 2026, ia dipercaya memperkuat Indonesia pada Malaysia Barebow Asia Championship 2026, pengalaman internasional yang semakin mematangkan kemampuan dan mental bertandingnya.

Sementara itu, pencapaian Nany Guningsih menghadirkan cerita yang tak kalah inspiratif. Berbekal latihan yang tekun dan keberanian untuk mencoba, ia mampu mengatasi tekanan pada debut pertandingannya dan langsung mengamankan satu tempat di podium. Sebuah awal yang menjanjikan bagi perjalanan kariernya sebagai atlet panahan.

*Lebih dari Sekadar Medali*

Bagi Pena Archery Club, medali bukanlah garis akhir. Prestasi adalah buah dari latihan yang konsisten, sedangkan tujuan besarnya adalah menghadirkan olahraga panahan agar semakin dekat dengan masyarakat Bangka Selatan.

Setiap sore dan akhir pekan, aktivitas latihan rutin berlangsung di Lapangan Panahan Bangka Selatan Sport Center. Di tempat inilah anak-anak, pelajar, mahasiswa, pegawai, hingga masyarakat umum berkumpul dengan satu tujuan yang sama, yakni belajar, berkembang, dan menikmati olahraga panahan.

Di bawah pembinaan Coach Yuliati dan Coach Allen, suasana latihan dibangun layaknya sebuah keluarga. Tidak hanya mengasah teknik membidik sasaran, para atlet juga dibimbing untuk membangun mental yang tangguh, disiplin, rendah hati, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam setiap kesempatan.

Panahan, menurut Pena Archery Club, bukan olahraga yang hanya diperuntukkan bagi atlet profesional. Justru olahraga ini dapat menjadi pilihan bagi siapa saja yang ingin melatih fokus, mengendalikan emosi, meningkatkan kebugaran, sekaligus memperluas pertemanan. Semangat itulah yang terus mereka gaungkan kepada masyarakat Bangka Selatan.

Coach Yuliati mengatakan, tujuan utama Pena Archery Club bukan hanya mencetak juara, tetapi juga membangun karakter dan menghidupkan budaya olahraga di tengah masyarakat.

“Bagi kami, medali adalah hasil dari proses, tetapi sportivitas adalah nilai yang harus selalu dijaga. Melalui Pena Archery Club, kami ingin mengajak masyarakat bahwa panahan bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga olahraga yang membentuk fokus, disiplin, dan kebersamaan. Siapa pun bisa belajar bersama kami di Lapangan Panahan Bangka Selatan Sport Center. Semoga semakin banyak masyarakat yang mencintai panahan dan lahir atlet-atlet baru yang membanggakan Bangka Selatan,” ujar Yuliati.

Keberhasilan membawa pulang dua medali pada Timah Archery Competition 2026 menjadi bukti bahwa proses pembinaan yang dilakukan Pena Archery Club berada di jalur yang tepat. Namun, bagi keluarga besar PAC, pencapaian sesungguhnya bukan hanya saat berdiri di podium, melainkan ketika semakin banyak masyarakat berani mengambil busur, menarik tali, dan menemukan kepercayaan diri melalui olahraga panahan.

Dari Lapangan Panahan Bangka Selatan Sport Center, semangat itu terus tumbuh. Di sanalah lahir bukan hanya atlet-atlet yang siap bertanding, tetapi juga sebuah komunitas yang menjadikan panahan sebagai ruang untuk belajar, berbagi, dan saling menguatkan. Sebab bagi Pena Archery Club, prestasi boleh menjadi kebanggaan, tetapi sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap olahraga adalah warisan yang akan terus mereka bidik untuk masa depan panahan Bangka Selatan.

Exit mobile version