Foto : Cukur rambut massal di masjid Muhajirin Bangka Kota
Oleh : Nur Diana
Bekaespedia.com, Simpang Rimba, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Bangka Kota, Kecamatan Simpang Rimba ,Kabupaten Bangka Selatan, seriap 12 Rabi’ul Awal selalu berlangsung meriah.
Tradisi yang sudah dilestarikan secara turun temurun ini dirayakan melalui kegiatan nganggung dan cukuran massal, yang menjadi ciri khas Masyarakat Bangka Kota dalam menyambut kelahiran Rasulullah SAW.
Biasanya acara dimulai sejak pagi hari, diawali dengan pembacaan shalawat bersama, dilanjutkan dengan ceramah agama yang dilaksanakan di masjid desa.
Sebagaimana tradisi di Bangka Belitung pada umumnya, setiap kepala keluarga membawa dulang yang dikenal dengan nama nganggung. Yaitu membawa Dulang yang berisi makanan khas untuk dinikmati bersama.
Tradisi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antarwarga dan meningkatkan semangat kebersamaan dalam silaturahmi.
Pada waktu yang sama, warga mengadakan tradisi cukuran massal bagi anak-anak, terutama bagi bayi yang baru lahir yang biasanya disebut dengan Aqiqah (atau Akikah) dalam konteks Islam, yang berarti memotong rambut bayi. Namun dalam tradisi ini tidak menyembelih hewan.
Orang tua yang anaknya ikut cukuran, biasanya membawa kelapa muda yang sudah di ukir dan sebatang pisang yang dihiasi dengan telur dan disebut dengan telok serojo, sebagai simbol dalam tradisi cukuran.
Sementara cukuran ini dianggap sebagai simbol pembersihan diri dan ungkapan terima kasih atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Umumnya setiap orang tua tampak bersemangat untuk mengajak anak-anaknya.
Panitia dalam kegiatan ini menyiapkan bingkisan sebagai bentuk penghargaan, dan bagi peserta yang membuat telok serojo yang paling bagus dan unik akan mendapatkan doorprize dari pihak penyelengara.
Ketua Masjid Muhajirin, Bapak Romzal menyatakan bahwa tradisi Maulid Nabi di Bangka Kota tidak hanya merupakan ritual keagamaan, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya lokal dan juga sebagai wadah silahturahmi antar warga bangka Kota .
“Kami berharap generasi muda dapat menjaga tradisi ini sebagai bagian dari identitas masyarakat Bangka kota ” katanyakatanya Sabtu (29/11/2025)
Dengan adanya acara yang penuh dengan semangat kekeluargaan ini, Maulid Nabi di Desa Bangka Kota kembali menjadi momen berharga yang memperkuat nilai-nilai religius, sosial, dan budaya lokal. (BP)
