Oleh: Raisya Kaila (Siswa SDN 11 Pangkalanbaru)
Siapa sih yang tidak suka liburan semester? Liburan semester adalah momen yang aku tunggu karena aku dan nenekku akan menghabiskan waktu bersama. Seperti liburan semester lalu aku dan nenekku pergi ke Pulau Gusung Asam. Sehari sebelum pergi kami berbelanja untuk keperluan kami di pulau diantaranya beras, mie instan, minyak goreng, gula dan lain-lain. Aku juga ambil chiki seperti kue, roti cokelat, minuman dan lain-lain. Sepulang kami dari berbelanja kami membereskan baju yang akan dibawa karena mengingat akan menginap. Kemudian aku bergegas ke kamar mandi. Aku menggosok gigi menyikat badan. Setelah selesai mandi aku berganti pakaian tidur lalu menyisir rambut ku agar tidak kusut dan mengikat rambutku. Hari sudah magrib aku mengambil air wudhu untuk beribadah, kemudian aku sudah selesai beribadah aku langsung menonton tv kartun kesukaanku bersama adik sepupuku.
Beberapa jam kemudian aku merasa lelah dan mengantuk lalu aku berkata kepada adik sepupu ku, ‘’Dek kita tidur saja yuk, kakak sudah mengantuk,’’ ucapku.
Adekku menjawab, ‘’Iya kakak, aku juga sudah lelah.’’
Sebelum tidur kami mencuci kaki dan menggosok gigi, tidak lupa untuk berdo’a. Setelah berdo’a kami tertidur.
Keesokan harinya aku bangun sangat pagi lalu aku bergegas ke kamar mandi setelah itu aku berganti pakaian. Kemudian aku mengambil barang-barang yang akan di bawa, aku dan nenekku diantar oleh kedua orang tuaku. Kami menunggu di tepi pantai karena orang yang menyetir kapal belum datang. Sambil menunggu aku bermain pasir di tepi pantai. Orang yang menyetir kapal pun tiba. Aku berpamitan kepada orang tuaku. Kapal sudah berangkat aku berkata, ‘’Sampai bertemu lagi ya, ibu ayah!’’ sambil melambaikan tanganku ke atas. Kapal sudah menjauh dan tepian pantai sudah tidak terlihat lagi, tapi pulau nya sudah kelihatan. Pulaunya terlihat semakin besar. Kami sudah sampai dan kami disambut oleh orang yang ramah dan mereka membantu mengangkatkan barang-barang yang kami bawa. Mereka mengangkatnya sampai di rumah tempat kami menginap. Aku langsung berganti baju karena tidak sabar untuk mandi. Lalu aku mandi di laut dan mencari ikan. Aku mandi jauh sekali. Setelah mandi beberapa menit aku pulang karena tidak dapat ikan, lalu aku berkata, “Nenek, ikannya tidak dapat, jadi sebentar lagi aku akan memancing,’’ ucapku.
Nenekku menjawab, ‘’Iya pergilah memancing tapi hati-hati ya?’’
Lalu aku menggantikan pakaian basahku. Aku pergi memancing, setelah beberapa jam pergi memancing aku sudah dapat beberapa ikan lalu aku pulang untuk di jadikan lauk kami makan. Kami membakarnya dan aku menunggu ikan itu matang sementara nenekku mencari daun pisang di hutan. Sambil menunggu ikan matang, aku bermain pasir di dekat situ. Ikannya sudah matang aku memanggil nenek ku, aku berkata, “Nenek ikannya sudah matang,’’ aku menunggu beberapa menit ternyata nenekku tidak mendengarnya. Aku bergegas memasuki hutan dan mencari nenekku. Setelah itu aku dan nenekku pergi ke tempat kami bakar ikan tadi, lalu kami memindahkan ikannya ke daun pisang. Guna daun pisang adalah untuk menggantikan piring. Setelah selesai, kami makan dengan lahap. Kemudian setelah selesai makan aku minum dan pergi bermain. Sebelum bermain aku meminta izin lalu pergi ke ujung pulau. Dari kejauhan aku melihat ada dua perempuan sedang bermain bola. Aku langsung bergegas ke sana, salah satu perempuan berkata, ‘’Hai nama kamu siapa?”
Aku menjawab, ‘’Namaku Raisya Kaila. Kalian boleh kok panggil aku Raisya, kalo nama kamu?’’
Ia menjawab, ‘’Namaku Zihan dan dia Syakila. Rasya apakah kamu ingin bermain bersama?’’ tanya ia dan aku berkata ‘’Apakah boleh aku ikut bermain?’’ tanyaku sambil tersenyum malu.
Syakila menjawab, ‘’Tentu saja boleh,” dan kami bermain bersama. Sesama kami mencetak gol dan kami tertawa bahagia, pasir sudah menyelimuti badan kami. Aku berkata kepada mereka berdua, ‘’Pasir sudah menyelimuti badan kita, mari kita mandi bersama!” dan mereka mau, kami mandi bersama, main air menangkap kepiting dan lain lain. Setelah selesai mandi aku pulang ke rumah dan berganti pakaian, aku pun beribadah.
Setelah selesai beribadah aku pergi ke dapur untuk makan. Aku memasak mie instan setelah masak aku makan dengan nasi. Lalu aku pergi bermain aku meminta izin kepada nenek ku aku berkata, ‘’Nenek aku mau main bersama temanku,” dan nenekku berkata, “Iya pergilah!” aku bermain lari-lari.
Setelah capek aku pulang sebentar karena haus aku minum lalu aku pergi lagi. Aku menonton tv. Di sana ada tv tapi hanya ada satu tv. Aku merasa ngantuk jadi aku pulang ke rumah lalu tidur.
Aku bangun pagi lalu mandi dan aku langsung pulang untuk ganti pakaian. Kemudian aku makan, selesai makan aku main bersama Zihan karena Syakila sudah pulang tadi pagi . Aku pergi ke rumah Zihan lalu main bersama. Kami main hanya sebentar karena aku dipanggil oleh nenekku kami sudah mau pulang. Barang-barang sudah diangkat ke kapal kami sudah naik dan kapal sudah berjalan aku berkata, “Sampai ketemu lagi,” dan kami pulang. Kami sudah sampai dan orang tuaku datang untuk menjemput. (BP/ KM)*
Tulisan ini merupakan karya peserta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tahun 2025 tingkat Kecamatan Pangkalanbaru
