Laporan : DEM
Bekaespedia.com. Payung_Bangga, itulah kata-kata yang diungkapkan oleh Plt. Kepala SMAN 1 Payung Sumardoni,S.Pd saat berbincang bersama Ahmad Saputra Salah satu alumni yang sekaligus pernah menjadi guru di SMAN 1 Payung.
Kehadiran Ahmad di SMAN 1 Payung dalam rangka silaturahmi disela-sela kesibukan beliau saat ini yang sedang melaksanakan Penelitian Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).
Program ini merupakan salah satu program unggulan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi untuk sebuah program beasiswa strategis yang menggabungkan program S2 (Magister) dan S3 (Doktor) menjadi satu jalur percepatan (akselerasi) yang bertujuan mencetak doktor muda berkualitas tinggi dalam waktu lebih singkat (sekitar 4 tahun), melalui bimbingan intensif oleh promotor andal di bidang ilmu yang linier.
Program ini diperuntukkan bagi sarjana unggul dengan IPK tinggi untuk mempercepat pencapaian gelar doktor dan meningkatkan kualitas SDM akademik di Indonesia.
Dalam perbincangan diruang Kepala Sekolah, terasa hangat dan penuh emosi, mengingat Ahmad Saputra sebelumnya merupakan salah satu guru yang pernah mengabdikan diri di SMAN 1 Payung pada tahun 2024 sampai pertengahan 2025.
Selama pengabdian sebagai guru, Ahmad yang juga merupakan guru mata pelajaran kimia ikut membantu proses pembuatan Karya dari Ibu Dewi Sekar Sari dalam Projek inovasi bersama siswa. Produk yang dihasilkan diantaranya produk Sabun mandi dan sabun cuci yang berbahan dasar minyak jelantah dan parfum (minyak wangi) yang terbuat dari ekstrak bunga mawar.
Plt. Kepala SMAN 1 Payung Sumardoni mengungkapkan kebanggaan atas capaian yang diraih oleh Alumni sekaligus guru yang pernah mengabdi tersebut.
“Saya merasakan suatu kebanggaan yang luar biasa. Hari ini, Ahmad bersilaturahmi ke SMA Payung dan kita berbincang hangat terkait studi yang tengah ia jalani saat ini. Semoga kehadiran beliau ini dapat memberikan aura positif bagi keluarga besar SMAN 1 Payung, khususnya anak-anak kami.” Ujarnya
Ia berharap kedepan akan lahir generasi-generasi hebat dari rahim SMAN 1 Payung yang dapat mengikuti jejak mantan muridnya tersebut.
“Saya berharap dan sekaligus berdoa semoga nanti akan lahir generasi hebat yang bisa mengikuti jejak Ahmad Saputra, tentu apa yang dilakukannya bukan proses yang mudah akan tetapi jika ada kemauan dan kerja keras pasti akan bisa dicapai”. harap Sumardoni.
Bagi Ahmad, keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Sejak lulus dari jenjang S1, ia telah mempersiapkan diri selama hampir satu tahun penuh sambil tetap mengabdi sebagai guru.
Di sela kesibukan mengajar, ia tekun belajar dan mengumpulkan informasi beasiswa demi mewujudkan impiannya melanjutkan studi dengan dukungan penuh agar dapat meringankan beban orang tua.
Dalam prosesnya ia juga selalu berkoordinasi dengan kepala sekolah terkait studi yang ingin dicapai sejak dulu.
“Saya juga sering meminta saran dan pendapat dengan pak Sumardoni terkait rencana studi ini, dan beliau alhamdulillah selalu mendukung penuh, mungkin ini salah satu sebab dimudahkannya saya lulus di program PMDSU ini.”
Ketertarikannya pada PMDSU bermula sejak semester tujuh, saat ia tengah menyusun skripsi dan mulai mencari peluang beasiswa S2.
Program PMDSU yang menawarkan jalur akselerasi dari magister hingga doktoral membuatnya semakin mantap menargetkan beasiswa ini.
Meski sempat gagal mendaftar pada Batch VIII tahun 2024 karena keterbatasan jurusan yang sesuai, Ahmad tak menyerah. Ia tetap mempersiapkan diri hingga akhirnya kesempatan itu datang kembali pada Ramadan 2025.
Perjuangannya berbuah manis. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi yang ketat, Ahmad dinyatakan lolos sebagai awardee PMDSU Batch XI dari total 163 penerima beasiswa se-Indonesia dari total 4000 peserta yang mendaftar.
Kini, setelah menjalani satu semester perkuliahan, Ahmad mencatatkan prestasi membanggakan.
Ia sukses meraih Medali Emas pada ajang National Science and Invention Fair (NSIF) di Bali untuk kategori Pendidikan.
Capaian ini menjadi bukti bahwa kegigihan, disiplin, dan doa orang tua dan guru menjadi kunci keberhasilannya.
Ke depan, Ahmad bersama para awardee PMDSU akan kembali mengikuti seleksi penelitian internasional.
Ia berharap dapat melanjutkan riset ke Turki dan membawa potensi lokal Bangka Belitung ke tingkat global melalui tesis dan disertasinya.
“Saya ingin generasi Bangka Belitung, khususnya siswa SMA Negeri 1 Payung, percaya bahwa mereka mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Kita tidak kekurangan anak-anak hebat, hanya perlu keberanian untuk bermimpi besar dan berjuang mewujudkannya,” ujarnya penuh optimisme.
Pria tinggi berkacamata ini juga menegaskan komitmennya untuk kembali berkontribusi dalam pengembangan kualitas pendidikan di Bangka Belitung.
Ia berharap riset yang dikembangkannya kelak dapat memperkuat pembelajaran berbasis potensi lokal dan memperkenalkan kekayaan daerah ke dunia internasional.
Kisah Ahmad Saputra menjadi bukti nyata bahwa dari daerah pun dapat lahir generasi unggul yang siap mengharumkan nama sekolah, daerah, dan bangsa.
Sebuah inspirasi bagi generasi emas Bangka Belitung untuk terus bermimpi, berjuang, dan berprestasi.
Semoga Pemerintah Provinsi kepulauan Bangka Belitung khususnya Gubernur kita dapat memberikan motivasi dan support terhadap anak-anak muda yang potensial di Negeri Serumpun Sebalai yang kita cintai ini. (DEM).
