Mengejar Puasa Yang Berkualitas

Oleh : Mr. Murar |Editor : Abok Amang

Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Mengisi program Safari Romadhon di Bangka Belitung ketua DMI BABEL Ust Rasyid Ridho, menjelang 10 hari pertama puasa Romadhon malam ke 9 romadhon mengisi tausiyah di Masjid Thoriqul Jannah Kacang Pedang kota Pangkalpinang, Kamis (26/2/2026) malam.

Dalam tausiyahnya Ustadz Rifho mengajak seluruh jama’ah tetap Istiqomah untuk terus meramaikan /Memakmurkan masjid dan menjaga puasa Romadhonnya,

“Mari kita selalu Istiqomah untuk terus melakukan kewajiban kita, karena ini adalah kewajiban orang-orang yang beriman dengan menguatkan sholat malam (Qiyamullail/Sholat Taraweh) tadarus Al Qur’an, Zikir dan lain-lainnya”, katanya

Ust Ridho juga menekankan agar meningkatkannya.

Ia Mensitir pendapat Ipmam Ghozali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin yang membagi kualitas ibadah puasa dalam 3 macam:

1.Shoumul Umum (Puasa Ummum)

Ini adalah puasa orang awam/ Puasa dasar hanya menahan perut saja dari lapar dan haus juga menahan kemaluan dari syahwat seksual dengan pasangan nya (suami/istri) akan tetapi tetap senang mengghibah, melihat kemaksiatan, melihat yang harom, mengumpat, menyebar hoax dan menghabiskan waktunya selama Romadhon dengan melaksanakan hal yang sia-sia dan hanya terfokus kepada pemenuhan syarat syah saja secara fisik

2.Shoumul Khusus,

Ini adalah tingkatan lebih tinggi (istimewa)

Puasa ini dilakukan orang-orang sholeh para Ulama, mereka bukan saja menahan lapar dan haus saja juga menahan seksual dengan pasangan nya disiang hari selama rhomadhon tapi juga menahan semua panca inderanya, Bicaranya bermanfaat dengan menjauhi ghibah, menundukkan matanya ketika melihat yang menimbulkan dosa , menahan mendengar yang buruk, kakinya berjalan ketempat yang baik-baik, sedekahnya berjalan terus dan semua anggota tubuhnya (Mata,telinga,lidah,tangan , kaki) dia jaga betul dari dosa dan maksiat, perbuatannya memberi manfaat kepada orang lain, dia betul-betul berpuasa dengan sungguh-sungguh

3.Shoumul Khususil khusus,

adalah Puasa hati (Qolb) tertinggi (paling istimewa) ” yang dilaksanakan oleh para Nabi, Muqorribin, Siddiqiin, para sahabat dimana mereka Totalitas hati dan pikiran nya hanya untuk Allah SWT, melaksanakan puasa ini bukan hanya menahan lapar haus dan ‘menjauhi’ istri disiang hari tapi puasa mereka mampu menahan pikiran mereka dari godaan duniawi yang dipikir hanya kebahagiaan akhirat, hati mereka selalu menyambung kepada Allah Swt, waktu mereka di habiskan hanya beribadah kepada Allah Swt, Hiruk pikuk dunia tidak ada pengaruh bagi mereka sehingga ibadahnya betul-betul full hanya menghambakan diri kepada Maha Sang Pencipta inilah puasa dengan kualitas tertinggi.

Dari ketiga tingkatan puasa tersebut, ustadz Ridho mengajak jama’ah untuk setingkat demi setingkat dapat di terapkan,

“Kira-kira sampai dimanakah level atau kualitas shoum kita? kita sendi yang paham sampai dimana kualitas ibadah puasa Romadhon kita, tentunya kita semua harus lebih baik kualitasnya dari tahun-tahun yang sebelumnya”, ujarnya

“Teruslah berusaha meningkatkan shoum romadhon kita lebih berkualitas dari umum/awam naik tangga ke level khusus bila perlu naik tangga tertinggi lagi puasa khususil khusus, maka jadilah kita insan yang berhasil maleksanakan puasa romadhon dengan sempurna sehingga kita dapat mengagungkan Asma Allah dengan menggemakan Takbir sebagai tanda orang yang bersyukur dan Bertaqwa”, pungkas Ust Ridho.

Exit mobile version