Mengenal Ikan Glodok: Spesies Yang Unik dan Beharga

Oleh: Siti Aminah

Mahasiswa Prodi konservasi Sumber Daya Alam, Fakultas Teknik dan Sains

Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

 

Bekaespedia.com. Tembakul adalah ikan amfibi, atau sering disebut dengan ikan glodok. Ikan tempakul atau tembakul merupakan salah satu ikan yang kurang familiar di masyarakat. Ikan ini memiliki berbagai macam nama lokal yang berbeda di setiap daerah seperti Glodok, Blodok, Blodog, lalu ikan tembakul, tempakul, timpul atau belaca, gabus laut dan lunjat. Ikan ini termasuk ke dalam famili Oxudercidae dan subfamili Oxudercinae.

Ikan gelodok (tembakul) atau mudskipper adalah satu-satunya ikan yang bisa berkedip. Ikan gelodok hanya menghabiskan sedikit waktunya di air untuk sekadar berenang dan bertelur. Di atas lumpur itu ikan glodok jantan berguling-guling di dalam lumpur lalu melompat sambil memutarkan badan dan memamerkan sirip punggungnya yang indah. Tujuanya untuk menarik perhatian ikan glodok betina. Dimana Kemampuan berkedip dan hidup di dua alam merupakan keunikan dari ikan tersebut. Pola hidup ikan ini menyerupai amfibi yaitu beradaptasi dengan habitat pasang surut. Ikan Glodok bernapas dengan menggunakan insang, selaput lender di tenggorokan dan mulut serta jaringan kapiler padat di kulit.

Dengan memiliki banyak alat pernapasan, ikan glodok bisa bernapas di dalam air maupun di darat. Dengan kemampuan beradaptasi yang luar biasa, ikan glodok dapat hidup di lingkungan yang memiliki kadar oksigen yang rendah dan perubahan suhu yang drastis. Ikan ini dapat bertahan hidup pada saat pasang surut air laut dan muara sungai. Ikan ini merupakan biota endemik yang mendiami kawasan di hutan mangrove. Ikan ini mendiami kawasan mangrove karena ketersediaan makanan di lingkungan tersebut yang melimpah dan memenuhi kebutuhan nutrisinya. Ciri khas dari ikan ini yaitu memiliki mata yang besar serta mencuat keluar dari kepala, pada bagian pangkal sirip dadanya terdapat otot dan sirip ini bisa ditekuk sehingga fungsinya hampir sama seperti lengan yang dapat digunakan untuk merangkak atau melompat diatas lumpur dan bertengger pada akar mangrove. Kemampuannya melompat ini digunakanan untuk menangkap mangsa maupun menghindari predator yang akan memangsanya. Pergerakan ikan tersebut dilakukan menggunakan siripnya. Warna tubuhnya bervariasi, mulai dari coklat terang hingga gelap, dengan beberapa spesies memiliki bercak keemasan. Kulitnya berwarna coklat dan ditutupi lendir. Ikan Glodok tersebut memiliki bentuk badannya hampir seperti lele atau ikan gabus. Bentuk tubuh khas dari ikan ini terlihat dari kedua matanya menonjol dengan posisi di atas kepala menyerupai mata kodok, bentuk kepala yang depak, dengan sirip-sirip punggung yang berkembang. Mata itu bisa bergerak ke arah yang berbeda. Dan bisa melihat benda yang berada di atas dan di bawah permukaan air pada waktu bersamaan. Ikan Glodok perlu menggulung bola matanya ke dalam soket yang berisi air untuk mencegah dehidrasi saat air surut. Bentuk tubuhnya bulat memanjang, sementara sirip ekornya membulat, panjang tubuh bervariasi, sehingga bisa mencapai 30 cm.

Ikan ini memiliki kemampuan menyerap oksigen di udara dan air, sehingga bisa bertahan hidup dilingkungan yang ekstrim. Ikan gelodok merupakan jenis ikan yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar air yang menjadi ciri khasnya. Ikan gelodok atau timpakul merupakan jenis ikan predator. Pada saat air surut, ikan glodok keluar dari dalam lumpur. Ia berjalan di atas permukaan lumpur menuju akar bakau, bebatuan untuk mencari makan. Makanan dari ikan glodok ini adalah serangga, krustasea, ikan kecil, dan cacing. Ikan glodok berjalan dan naik akar pohon bakau menggunakan sepasang sirip dada yang berotot kuat. Sirip dada itu digunakan untuk menekan pijakan. Lalu secara bersamaan, ikan glodok menarik tubuhnya ke depan. Sementara itu, pemangsa ikan gelodok biasanya berupa ular, beberapa jenis burung, serta kepiting-kepiting yang ukurannya lebih besar.

Ikan glodok merupakan sumber pangan yang penting bagi masyarakat di daerah pesisir. Ikan ini memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga baik untuk tubuh dan bisa menjadi sumber pendapatan bagi nelayan. Ikan glodok memainkan peran penting dalam ekosistem pasang surut air laut dan muara sungai. Ikan ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mempertahankan keanekaragaman hayati. Ikan glodok dapat menjadi atraksi wisata yang unik dan menarik, terutama bagi penggemar ikan dan lingkungan. Ikan ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin melihat keanekaragaman hayati di daerah pesisir.

Namun, ikan glodok juga menghadapi beberapa ancaman, seperti perubahan lingkungan dan penangkapan yang berlebihan. Dengan demikian, perlu dilakukan upaya konservasi untuk melindungi spesies ini. Perubahan lingkungan, seperti perubahan suhu dan kadar oksigen, dapat mempengaruhi kemampuan adaptasi ikan glodok. Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak perubahan lingkungan terhadap ekosistem. Penangkapan yang berlebihan dapat mengurangi populasi ikan glodok dan mempengaruhi keanekaragaman hayati. Dengan demikian, perlu dilakukan upaya untuk mengatur penangkapan ikan glodok dan memastikan bahwa penangkapan dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berlebihan.

 

Kesimpulan

Ikan glodok merupakan spesies yang unik dan berharga, dan bernilai. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya konservasi untuk melindungi spesies ini dan menjaga keanekaragaman hayati. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa ikan glodok dapat terus hidup dan berkembang di lingkungan yang ekstrem, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekosistem.

Dalam rangka melindungi ikan glodok, kita perlu bekerja sama untuk mengurangi dampak perubahan lingkungan dan penangkapan yang berlebihan. Dengan upaya konservasi yang tepat, kita dapat memastikan bahwa ikan glodok dapat terus menjadi bagian dari keanekaragaman hayati yang kita miliki.

Oleh sebab itu, mari kita bekerja sama untuk melindungi ikan glodok dan ekosistemnya. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa keanekaragaman hayati yang kita miliki dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekosistem selanjutnya. (BP/ KM)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *