Mengenang Sosok Bang Rusli: Sahabat, Pekerja Seni, dan Teladan dalam Keikhlasan

Wandasona Alhamd Bersama Almarhum Rusli, saat menjadi pemain musik mengiringi kegiatan Aubade dalam rangka peringatan HUT RI di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2017

Oleh: Wandasona Alhamd

Pekerja Seni

Bekaespedia.com, Sungai Liat, – Hari ini, saya kehilangan seorang sahabat yang begitu berarti. Bang Rusli, seorang pribadi yang dikenal luas karena kebaikan hatinya, religiusitasnya, dan ketulusannya dalam berkarya serta membantu sesama.

Kepergian beliau sungguh mengejutkan, sebab baru Jumat pekan lalu kami masih berkomunikasi lewat WhatsApp, membicarakan rencana besar yang tengah kami susun bersama gelaran konser lagu-lagu daerah Kepulauan Bangka Belitung, karya saya dan mendiang ayahanda Baidjuri Tarsa, sosok yang juga sangat beliau hormati.

Bang Rusli bukan hanya seorang rekan, tetapi juga sahabat sejati yang memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian kesenian daerah. Melalui Audiensi Manaement Indonesia, perusahaan yang dipimpinnya, Ia berencana memberikan dukungan penuh untuk konser tersebut, mulai dari penyediaan sound system, panggung, hingga perlengkapan acara lainnya. Bukan untuk mencari keuntungan, bukan pula demi pamrih. Ia lebih tertarik pada semangat kebersamaan dan niat baik untuk menghidupkan kembali karya-karya daerah yang sarat nilai budaya dan spiritual.

Kenangan saya bersama almarhum tidak hanya dimulai dari rencana konser itu. Jauh sebelumnya diawal-awal tahun Bangka Belitung menjadi Provinsi, kami pernah bekerja sama merekam lagu-lagu daerah Kepulauan Bangka Belitung yang digunakan sebagai sampel lomba bagi siswa-siswi se-Babel. Proyek tersebut difasilitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kala itu. Bang Rusli memiliki studio rekaman sendiri, tempat kami menghabiskan banyak waktu untuk meramu musik daerah dengan nuansa khas yang memperkuat identitas budaya Melayu Babel. Dalam proyek itu, saya juga menyanyikan salah satu lagu karya almarhum ayahanda, Baidjuri Tarsa, yang hingga kini masih sangat familiar di telinga masyarakat Bangka Belitung — lagu legendaris berjudul “Zapin melayu Serumpun Sebalai.” Kerja sama itu bukan sekadar kegiatan profesional, melainkan perjumpaan dua insan yang sama-sama mencintai tanah kelahiran dan ingin menjaga warisan musikal yang penuh makna.

Yang membuat saya begitu kagum, Bang Rusli adalah sosok yang benar-benar hidup dalam nilai-nilai yang ia yakini. Beberapa tahun lalu, beliau sempat membuat keputusan besar yang menggetarkan banyak orang di sekitarnya, mengundurkan diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Pangkalpinang. Alasannya sederhana, namun sangat dalam: semata-mata untuk mencari ridho Allah SWT. Keputusan itu tidak hanya menjadi bukti keberaniannya, tetapi juga memperlihatkan keyakinan luar biasa bahwa Allah akan selalu bersama orang yang berjuang di jalan-Nya. Keyakinan itu terbukti ketika beliau berhasil mengembangkan Aaudiensi Management Indonesia dengan konsep bisnis yang berpadu dengan amal jariah, sesuatu yang jarang dilakukan dengan kesungguhan seperti yang ia tunjukkan.

Percakapan terakhir kami terjadi Jumat pekan lalu. Saya menanyakan kabarnya, dan seperti biasa, beliau menjawab dengan tenang, “Baikla Wan”, begitulah sapaannya kepada saya. Itulah Bang Rusli, sulit ditebak kapan ia sedang sehat, kapan sedang sakit, karena wajahnya selalu memancarkan ketenangan dan semangat yang sama. Dalam percakapan itu, ia kembali menegaskan kesiapannya untuk mendukung konser karya saya dan almarhum ayahanda Baidjuri Tarsa, dengan kata-kata yang penuh keyakinan dan semangat. Tidak sedikit pun terlihat tanda-tanda bahwa percakapan itu akan menjadi yang terakhir dalam kehidupan ini.

Rencana konser 2025 terpaksa diundur januari 2026 mendatang, karena satu dan lain hal. Saya tidak pernah menyangka bahwa sebelum konser itu terwujud, Allah SWT lebih dahulu memanggil beliau. Dalam hati saya hanya mampu berkata, inna lillahi wa inna ilaihi raji’un; kita berasal dari-Nya, dan kepada-Nya pula kita akan kembali.

Di hari kepergiannya, ratusan pelayat datang mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhir. Lebih dari 40 orang turut menyolatkan jenazahnya, sebuah bukti nyata bahwa almarhum adalah pribadi yang dicintai banyak orang, dihormati bukan karena jabatannya, tetapi karena ketulusan dan integritasnya.

Sebagaimana sabda Rasulullah, SAW:

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lalu dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, melainkan Allah akan memberi syafaat kepada mereka untuk jenazah itu.”

(HR. Muslim no. 948).

Hadis ini menjadi pengingat bahwa orang-orang saleh yang mengiringi kepergian seseorang adalah tanda cinta Allah kepadanya, karena melalui doa mereka, Allah limpahkan rahmat dan ampunan bagi hamba yang berpulang dengan husnul khatimah.

Kini, Bang Rusli meninggalkan istri tercinta, Hablinur, serta tiga putra yang akan meneruskan semangat dan keteladanannya — Habibi, Ridwan, dan Hafiz. Semoga mereka senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, dan kemuliaan untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan almarhum. Doa terbaik kami untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat, ketabahan, dan keberkahan kepada istri serta anak-anak tercinta, agar tetap tegar dan bangga memiliki sosok ayah sekaligus suami yang telah menjadi teladan bagi banyak orang.

Bagi saya pribadi, Bang Rusli bukan hanya sahabat, tapi juga guru kehidupan. Dari beliau saya belajar arti keikhlasan, keberanian mengambil keputusan besar demi keyakinan, dan pentingnya membangun keseimbangan antara karya duniawi dan amal ukhrawi.

Selamat jalan, Bang Rusli Bin Romabon.

Terima kasih atas semua keteladanan dan persahabatan yang tulus. Semangatmu dalam berkesenian, berkarya, dan beramal akan selalu menjadi inspirasi bagi saya dan banyak orang. Semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya, di antara hamba-hamba yang dicintai-Nya.

“Kadang, Allah, SWT tidak menunggu kita siap untuk berpulang.

Ia hanya tahu kapan waktu terbaik untuk menjemput orang-orang pilihan-Nya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *