Menjadi Guru Among di Era Gen Z

Oleh: Muslim, S.Pd. (Guru SMPN 1 Tukak Sadai)

 

Bekaespedia.com. Ing ngarso sung tuladha berarti teladan. Sebagai seorang guru kita harus menjadi contoh bagi peserta didik di sekolah, sebagai kepala keluarga di rumah tangga dan sebagai warga masyarakat yang baik. Karena setiap apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi cermin perilaku kita untuk orang nilai dan contohkan. Setiap perbuatan akan menjadi gebrakan yang akan membangun atau merusak tatanan kehidupan baik norma agama, kesusilaan dan sosial.

Apalagi sebagai guru menjadi panutan setiap peserta didik ketika menjadi sosok pengajar baik dalam kelas maupun di luar kelas. Misalnya dengan bertutur kata dengan peserta didik yang santun, sopan dan saling menghargai pendapat sesama, baik antar guru dengan peserta didik maupun sesama peserta didiknya.Guru yang baik akan membentuk karekter peserta didik yang baik pula. Setiap perbuatan dan perkataan akan selalu peserta didik contoh, ingat dan ikuti dalam pergaulan sehari – hari. untuk itu bertindaklah sesuai aturan norma dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Ketika kita menjadi trensenter maka akan banyak orang yang akan mengikuti kita baik berupa tingkah laku, perbuatan dan perkataan. Misalnya cara kita berpakaian, berpenampilan, bertutur kata dan yang lainnya. Guru yang baik akan selalu dingat, dikenang, dan dipuji selalu peserta didiknya.

Ing madya mangun karsa berarti membangun, kemauan, semangat atau memotivasi.Guru harus bisa memotivasi dirinya sendiri atau pun orang lain dengan begitu sebagai pendidik di sekolah kita harus semangat karena dibelakang kita akan ada orang lain yang akan selalu menunggu kita yaitu peserta didik. Tanggungjawab yang besar diberikan kepada guru untuk mencerdaskan kehidupan anak didik bangsa. Apalagi peserta didik sekarang kurang motivasi untuk belajar. tidak tahu kenapa? Saya sering bertanya kepada diri saya sendiri karena saya sebagai seorang guru.

Sebagai seorang guru saya merasa termotivasi untuk mencari tahu. Banyak yang saya temukan di dalam kelas saat dalam mengajar. Zaman sekarang katanya zaman teknologi banyak yang salah peserta didik salah gunakan khususnya dalam penggunaan Hand phone yang banyak mempengaruhi minat belajar peserta didik, baik memberikan dampak positif maupun dampak negatifnya.

Tapi yang saya soroti khususnya dampak negatif dalam penggunaan handphone khusunya anak sekolah. Karena kecanduan main handphone menyebabkan pola prilaku anak menjadi tidak baik. Sekarang mulai dari diri kita, batasi atau kurangi dalam penggunaan hand phone. Gunakanlah waktu sebaik-baiknya.

Sementara Tut Wuri Handayani berarti pemimipin, memberi dorongan. Guru wajib memberikan dorongan atau motivasi setiap peserta didik. Motivasi baik berupa ilmu maupun karekter sebagai seorang pemimpin. Guru yang hebat akan membuat peserta didik yang hebat juga dan seabaliknya. Mulai sekarang jadilah guru yang hebat, berprestasi dan berwibawa untuk menciptakan peserta didik yang unggul dan hebat. (BP/ KM)*

Exit mobile version