Penulis: Baharudin, S.Pd. (Guru SMP Negeri 1 Tukak Sadai)
Bekaespedia.com. Guru adalah insan pendidik yang menjadi panutan dalam kehidupan dalam dunia pendidikan terutama untuk sekolah guru yang bersangkutan. Sebagai tenaga pendidik , guru selalu menjadi inspirasi dalam proses pembelajaran yang berlangung di kelas sehingga para siswa memiliki ide untuk mengukapkan apa yang ada didalam isi kepalanya.
Selain melakukan aktivitas mengajar, guru juga memberikan perhatian, baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Ketika seorang siswa memiliki problem yang berhubungan dengan pembelajaran mereka, guru harus memberikan perhatian dengan pendekatan secara individual atau secara berkelompok, terkadang juga guru memberikan perhatian yang berkaitan dengan problem individu mereka sehingga siswa merasa tidak sendirian ketika mereka mengalami kesulitan dalam beraktivitas baik itu yang berkaitan dengan pembelajaran ataupun yang lainnya.
Apa lagi dewasa ini, banyak peristiwa yang terjadi di masyarakat yang sering kita lihat muncul media sosial tentang peristiwa yang terjadi di dunia pendidikan. Beberapa minggu terakhir, kita menyaksikan peristiwa demi peristiwa, peristiwa siswa membully, berkelahi, merokok dan lain-lain sehingga hal ini membuat nama dunia pendidikan tercoreng. Peristiwa yang terakhir yang kita dengan adalah peristiwa siswa merokok di lingkungan sekolah. Bukankah bahwa perbuatan merokok di lingkungan sekolah perbuatan yang melanggar tata tertib. Bahkan undang-undang yang mengatur untuk tidak menggunakan dan membawa dan sebagainya itu di larang digunakan didalam lingkungan sekolah. Sehingga bila seseorang membawa atau menggunakannya akan mendapatkan sanksi.
Dalam peristiwa tersebut menjadi peringatan bagi kita semua bahwa dewasa ini ada yang hilang dalam dunia pendidikan. Apakah yang hilang itu harus kita temukan Kembali, atau kita biarkan saja yang hilang dalam dunia pendidikan sehingga masalah ini nanti menjadi berlarut-larut, ataukah harus kita cari dan temukan untuk kita tata ulang lagi.
Dari rangkaian dari peristiwa tersebut yang hilang dalam dunia pendidikan adalah kerja sama antara guru dan wali siswa. Bukankah ketika ada masalah kita sebagai guru dan wali siswa untuk mencari akar maslah Bersama-sama sehingga dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Jika masalah tersebut dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan, ada banyak hal baik yang berguna bagi siswa, guru maupun wali siswa.
Berdasarkan peristiwa diatas ada baiknya kita sebagai guru mengutip istilah MENJADI GURU AMONG, yang bermakna guru menerapkan sistem pendidikan, yang bisa dijabarkan dalam arti mendidik dengan kasih sayang, tanpa paksaan dan memiliki jiwa kekeluargaan. Itulah kira-kira makna yang tersirat dalam tulisan atau ucapkan yang dikemukan oleh seorang pejuang pendidikan (Ki Hajar Dewantara).
Dari kutipan kalimat diatas bahwa seorang guru memiliki profesi yang sangat mulia karena perbuatannya yang mendidik generasi muda yang akan terus mengisi perjuangan para pendahulunya sehingga guru memiliki peran yang penting dalam proses mendidik siswa yang jadi bimbingannya dengan menggunakaan pendekatan untuk menghadirkan kasih sayang dalam sistem kekeluargaan dalam proses pembelajaran. (BP/ KM)*
