Menumbuhkan Generasi Peserta Didik yang Cinta dengan Masjid

Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr

Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Kabupaten Bangka Selatan

Bekaespedia.com, Bangka Selatan,- Allah SWT berjanji akan memberikan sebuah naungan salah satunya kepada para pemuda yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid. Namun yang terjadi kini adalah para pemuda cenderung enggan untuk beribadah ke masjid. Hal ini dapat kita buktikan salah satunya ketika sedang shalat berjamaah di sebuah masjid. Shaf demi shaf rata-rata dipenuhi oleh orang yang sudah tua bahkan usia lanjut. Para pemuda lebih banyak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang sia-sia.

Hal serupa terjadi dengan para peserta didik generasi Z dan generasi Alpha masa kini. Anak-anak cenderung lebih memilih menghabiskan karunia waktu yang diberikan oleh Allah SWT untuk bermain media sosial di gadget nya seperti bermain game, scroll video, chatting dan lain sebagainya. Perkembangan arus globalisasi dan pertumbuhan dunia Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) yang tak terkontrol, pada kenyataannya adalah akan membuat moral dan spiritual peserta didik semakin menurun drastis.

Para orang tua, pendidik dan lingkungan masyarakat hendaknya senantiasa dapat memahami dan peka terhadap fenomena yang saat ini terjadi terutama pada penurunan moral dan spiritual peserta didik. Salah satu cara untuk meningkatkan moral dan spiritual peserta didik ialah dengan menumbuhkan generasi yang cinta dengan masjid. Jika anak-anak sudah cinta dengan masjid, maka ibadahnya akan semakin meningkat dan moralnya akan semakin terjaga. Salah satu ibadah wajib yang dilakukan di masjid adalah shalat lima waktu. Allah SWT dalam firmanNya menyatakan bahwa sesungguhnya shalat akan mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar.

Menurut hemat penulis, untuk menumbuhkan generasi peserta didik yang cinta dengan masjid perlu dilakukan berbagai upaya diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Keteladanan Orang Tua

Orang tua dan keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan generasi peserta didik yang cinta dengan masjid. Salah satu upaya nya ialah dengan mengajak para anaak-anak untuk shalat berjamaah di masjid. Melalui rutinitas tersebut yang diamalkan secara istiqamah, maka akan tumbuh dalam hati anak untuk senantiasa beribadah ke masjid. Orang tua dan keluarga hendaknya tidak hanya memerintah anaknya untuk pergi beribadah ke masjid, akan tetapi harus berupaya memberikan contoh yang baik dengan ikut serta bersama-sama dengan anak-anak dan keluarga untuk beribadah di masjid

2. Keteladanan Pendidik dan Warga Satuan Pendidikan

Pendidik dan warga satuan pendidikan merupakan orang tua kedua peserta didik. Dengan demikian hendaknya, para pendidik dan warga satuan pendidikan dapat meneruskan ikhtiar untuk menumbuhkan generasi peserta didik yang cinta dengan masjid yang telah dimulai dari rumah. Satuan pendidikan dapat membuat sebuah program dan kegiatan keagamaan yang berpusat di masjid atau mushola satuan pendidikan. Contoh dan program dan kegiatan tersebut seperti shalat berjamaah, PHBI dan lain sebagainya. Para pendidik dan warga satuan pendidikan hendaknya dapat bersama-sama memakmurkan program dan kegiataan keagamaan tersebut

3. Keteladanan Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar hendaknya dapat membuat program dan kegiatan keagamaan yang berpusat di masjid. Program dan kegiatan keagamaan tersebut dapat berupa shalat berjamaah, PHBI, pengajian dan lain sebagainya. Sehingga, anak-anak akan mencontoh dan meneruskan estafet program dan kegiataan keagamaan yang telah menjadi rutinitas disekitar lingkungannya

4. Pendidikan Keagamaan

Anak-anak perlu dibekali dengan pengetahuan keagamaan yang memadai. Selain dibangku formal, para orang tua dapat menyekolahkan anak-anaknya ke pendidikan nonformal atau keagamaan seperti TPA, taman Al-qur’an dan lain sebagainya. Dengan berbekal pengetahuan keagamaan yang memadai, maka peserta didik akan terpanggil untuk senantiasa memakmurkan masjid.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *