Oleh : Khoirotul Luluil Maknun (SDN 8 Namang)
Di suatu pagi yang cerah, Mika mau berangkat ke sekolah. Tapi tiba-tiba ban sepeda Mika bocor. Lalu Mika memanggil mama.
“Ma, ban sepeda Mika bocor!”
“Bocor kenapa Mika?”
“Entah, Ma. Mika juga enggak tau.”
Mika terpaksa berjalan kaki ke sekolah. Di tengah perjalanan menuju ke sekolah, Mika melihat seorang kakek tua mau menyeberang di jalan.
Mika pun bergegas menolong kakek tua tersebut. Karena kakek tua itu tidak tahu bahwa dia hampir ditabrak mobil truk. Akhirnya berkat Mika kakek tua itu selamat, dan berterima kasih atas bantuan Mika. “Terima kasih, Cu atas bantuan kamu.” “Sama-sama, Kek.”
Kakek tua itu bertanya kepada Mika.
“Cu, kamu mau berangkat ke sekolah ya?” Mika pun menjawab. “Ya, Kek.”
“Cu, kamu ke sekolah naik apa?”
“Saya ke sekolah berjalan kaki, Kek.”
Mika pun bertanya kepada kakek tua itu tersebut.
“Kalau Mika boleh tanya kakek mau kemana?”
“Oh iya, Kakek mau ke rumah anak Kakek?” “Emangnya rumah anak kakek masih jauh ya?”
“Iya, Cu.”
“Maaf ya, Kek. Mika cuma bisa menolong sampai di seberang jalan ini saja karena Mika takut telat ke sekolah!”
“Oh iya enggak apa-apa.”
Kakek tua itu pun berjalan menuju rumah anaknya. Mika berjalan menuju ke sekolah.
Akhirnya Mika sudah sampai di sekolah. Tapi orang-orang sudah sepi. Ternyata semua teman Mika sudah pada masuk. Mika pun menunggu di luar kelas. Ibu guru pun bertanya kepada Mika.
“Mika kenapa kamu terlambat ke sekolah?” Mika pun menjawab, “Begini Bu, tadi pagi ban sepeda saya bocor. Jadi saya terpaksa berjalan kaki ke sekolah. Di Tengah perjalanan, saya melihat seorang kakek tua mau menyeberang di jalan. Saya pun bergegas menolong kakek tua tersebut. Karena kakek tua itu tidak tahu bahwa dia hampir ditabrak mobil truk. Akhirnya berkat saya kakek tua itu selamat bu. Jadi itulah alasan saya terlambat, Bu.”
Ibu guru pun tersenyum dan menjawab. “Ternyata kamu anak yang baik ya, Mika.” Semua teman Mika beserta ibu guru bertepuk tangan.
“Terima kasih, Bu.”
“Sama-sama, Mika.”
Lalu ibu guru menyuruh Mika untuk masuk ke kelas dan duduk di kursi. Mika pun masuk ke kelas dan duduk. Mika dan teman-temanpun mengikuti pelajaran di sekolah. Tiba-tiba bel istirahat pun berbunyi.
Mika dan teman-teman pergi ke kantin sekolah. Tapi anehnya semua teman Mika memanggil Mika seorang pahlawan. Mika bertanya kepada Rani.
“Rani, kenapa teman-teman memanggilku pahlawan?”
Rani menjawab, “Karena kamu sudah berbuat baik kepada orang lain.”
Mereka bersenang-senang dan memakan makanan disajikan di kantin. Tapi bel masuk kelas pun berbunyi. Mika dan teman-teman bergegas ke kelas.
Akhirnya Mika dan teman-teman sudah sampai di ruang kelas. Mereka belajar bersama. Ibu guru bertanya kepada murid-muridnya.
“Ayo siapa yang tahu pahlawan Wanita berasal dari Aceh?”
Mika mengancungkan tangannya dan menjawab, “Wanita berasal dari Aceh adalah Cut Nyak Dien, dia adalah wanita yang tangguh dan gigih pada waktu melawan penjajahan Belanda.”
Ibu guru tersenyum dan bertepuk tangan beserta teman-teman Mika.
Akhirnya bel pulang pun berbunyi. Ibu guru menyuruh Dodi untuk memimpin doa.
“Dodi, silakan kamu memimpin doa,!”
“Baik, Bu.”
Mereka pun berdoa. Akhirnya Mika dan teman-teman pulang. Tapi Rani memanggil Mika.
“Pahlawan Mika, ayo kita pulang bareng!” Mika menjawab, “Ayo!”
Mika dan Rani pulang bareng. Di tengah perjalanan, Mika dan Rani melihat seorang pengemis kelaparan. Karena Mika kasihan jadi Mika memberikan sisa uang saku sisa di sekolah. Tapi pengemis itu tidak mau uang, melainkan makanan dan minuman. Mika membelikan sebotol air minum dan sebungkus roti. Lalu Mika memberikan kepada pengemis tersebut. Akhirnya pengemis itu sudah kenyang dan berterima kasih kepada Mika.
“Terima kasih, Dek,.”
“Sama-sama, Pak.”
Rani bertanya kepada Mika, “Pahlawan Mika, kamu sangat baik sekali.”
“Kita sesama manusia harus tolong menolong, kamu juga baik kok, Rani!”
“Makasih pahlawan Mika.”
“Sama-sama, Rani.”
Mika dan Rani berjalan menuju rumah masing-masing. Akhirnya Rani sudah sampai di rumahnya. Rani memanggil Mika.
“Pahlawan Mika, sini istirahat dulu di rumahku!”
Mika menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Tidak Rani, aku mau istirahat di rumahku saja.”
“Ya sudah kalau begitu gak apa-apa.”
Mika berjalan menuju rumahnya. Akhirnya Mika sudah sampai di rumahnya.
Pesan Moral: berdasarkan cerita di atas sebagai manusia kita wajib nolong-menolong sesama. Terutama orang yang membutuhkan. (BP / KM)*
Catatan : Cerpen ini merupakan karya peserta FLS3N Tingkat Kecamatan Namang Tahun 2026.
