Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr
Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
Tahun ajaran baru 2025/2026, telah dimulai pada hari Senin, tanggal 14 Juli 2025 lalu. Jika sebelumnya panitia SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) telah menerima dan memverifikasi data peserta didik baru, maka selanjutnya panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 akan memberikan edukasi, pemahaman dan pengalaman terkait dengan situasi dan kondisi lingkungan sekolah bagi peserta didik yang baru masuk selama kurang lebih lima hari. Dengan demikian, para peserta didik baru diharapkan mampu mengenali situasi dan kondisi lingkungan sekolahnya agar kedepannya dapat menyesuaikan diri dan dapat memahami karakter sekolahnya masing-masing.
Pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengusung tema MPLS Ramah. Tema MPLS ramah ini diusung sebagai respon atas permasalahan-permasalahan MPLS yang masing terjadi pada tahun ajaran sebelumnya. Masalah tersebut meliputi perpeloncoan, penindasan, pembullyian dan lain sebagainya. Dengan hadirnya program MPLS Ramah ini, pemerintah melalui Kemendikdasmen mengharapkan hal-hal negatif serupa tidak akan terulang lagi. Sehingga akan terwujud MPLS Ramah yang aman, nyaman dan menggembirakan. Menurut hemat penulis, untuk mendukung program MPLS Ramah ini, maka panitia dan stakeholder terkait hendaknya dapat mempersiapkan beberapa hal sebagai berikut:
- SK Pembentukan Panitia MPLS Ramah
Langkah awal dalam mengimplementasikan MPLS Ramah ialah dengan membantuk surat keputusan kepanitiaan MPLS Ramah. Panitia tersebut mulai dari ketua pelaksana, wakil ketua pelaksana, bendahara, sekretaris, pengisi materi dan anggota. Kepanitiaan tersebut hendaknya dihasilkan dari musyawarah dan mufakat. Sehingga harapannya adalah akan ada tanggungjawab secara menyeluruh dari petugas-petugasnya. Susunan kepanitian boleh melibatkan berbagai unsur satuan pendidikan seperti guru, tenaga kependidikan, organisasi di satuan pendidikan dan stakeholder terkait lainnya. Hendaknya panitia-panitia tersebut diisi dengan orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya masing-masing
- Program MPLS Ramah dan Berkarakter Positif
Program MPLS Ramah hendaknya bertujuan untuk pembentukan karakter peserta didik dan menghasilkan lulusan terbaik bagi satuan pendidikan masing-masing. Program-program tersebut dapat meliputi pengenalan kepada warga satuan pendidikan, baik kepada guru, tenaga kependidikan dan lain sebagainya. MPLS Ramah dapat juga diisi dengan pengenalan visi dan misi, kurikulum satuan pendidikan yang meliputi program-program satuan pendidikan, ekstrakurikuler, kokurikuler, intrakurikuler, tata tertib satuan pendidikan, sarana dan prasarana dan lain sebagainya. Kondisi lingkungan sekitar satuan pendidikan juga hendaknya dapat diperkenalkan oleh panitia MPLS Ramah agar para peserta didik baru dapat menyesuaikan diri sedini mungkin
- Roundown Kegiatan MPLS Ramah
Kegiatan-kegiatan dan roundown acara hendaknya dapat dilaksanakan dengan penuh kedisiplinan dengan tetap mengacu pada surat edaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atau dinas pendidikan daerah setempat
- Keterlibatan Aktif
Beberapa kegiatan MPLS yang penulis temui, cenderung pasif dan hanya mengandalkan beberapa gelintir orang saja. Sehingga kegiatan MPLS hanya terkesan sebagai kegiatan seremonial saja dan kurang bermakna. Panitia dan peserta MPLS Ramah harus terlibat aktif dan saling melengkapi. Para guru, tenaga kependidikan, peserta dan stakeholder terkait, semuanya harus terlibat aktif demi mensukseskan MPLS Ramah ini.
- Refleksi
Pada akhir kegiatan MPLS Ramah, hendaknya diadakan refleksi atau pemberian kesan dan pesan. Sehingga hal-hal baik dapat tetap dipertahankan dan hal-hal buruk dapat segera diperbaiki untuk kedepannya.
Pada akhirnya, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tema Ramah ini hendaknya dapat membantu peserta didik baru dalam mengenal lingkungan satuan pendidikannya, menumbuhkan semangat dan motivasi belajarnya serta dapat menanamkan dan membentuk karakter positif dalam jati dirinya. Sehingga akan tercipta lulusan-lulusan terbaik yang memiliki kecerdasan (kognitif), keterampilan (psikomotorik) serta yang paling utama adalah memiliki sikap, karakter, kepribadian (afektif) yang baik. (BP/ KM)*
