Keterangan gambar: Pasukan Sekutu dan NICA menyingkirkan rintangan kayu kayu yang dilintangkan di jalan Raya Mentok menuju Pangkalpinang oleh pasukan TRI dan masyarakat untuk menahan lajunya pasukan Sekutu dan NICA, tanggal 14 Februari 1946, Sumber Foto: Nederlands Instituut voor Militaire Histoire.
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP*)
Pertempuran antara pasukan TRI dan pasukan sekutu dan NICA Belanda di km 12, menyebabkan jatuhnya korban di dua pihak. Jumlah korban di pihak tentara sekutu dan NICA akibat perlawanan TRI di km 12 (dalam versi Belanda disebut km 11) dapat diketahui berdasarkan catatan Vol. K. van Emmerik, Private first class 5th company III (7) Battalion Regiment Stoottroepen, judul catatan “Landing on Banka, From Muntok to Pangkalpinang,:…dengan kelelahan yang amat sangat kami tergeletak di pinggir jalan berlindung dibalik truk-truk pasukan. Keadaan yang semakin menghimpit adalah rumor yang beredar tentang jatuhnya korban di pasukan kami. Dan ternyata bukan rumor kosong. Melintas di depan kami pembawa tandu mengangkat seorang sahabat kami, Limburgers, tewas dengan luka yang mengerikan. Dan di seberang sana, di balik truk tampak korban lain tergeletak.
Mendekati Kota Pangkalpinang, kami saksikan Bendera Merah Putih berkibar dimana mana, dan di banyak tempat terpampang sepanduk-sepanduk. Kami sadar, kami memasuki tempat pemerintahan Indonesia di pulau ini. Pangkalpinang kota yang kaya dengan bangunan-bangunan gaya Eropa. Kami bermarkas di sebuah bangunan besar berarsitektur indah, bekas rumah dinas perusahaan tambang Timah, BTW. Walaupun kami tinggal di kota, di gedung yang bagus, tetapi kami harus selalu waspada penuh setiap detik. Bahkan sepuluh hari pertama, berganti bajupun kami tidak bisa. Dapat beristirahat malam hari sungguh merupakan kemewahan yang sudah lama tidak kami dapatkan. It is nothing but guard- duty, day and nights, especially the nights! Blinking one eye, pinching it shut, kipeping it shut, blinking your eyes nine times fighting to stay awake to doze off at the tenth effort….
*) Sejarawan Bangka Belitung Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
