Paritiga Expo 2025: Pesta Rakyat yang Menyatukan Budaya dan Ekonomi Kreatif

Laporan : Belva Al Akhaf

Bekaespedia.com, Mentok, – Kecamatan Paritiga, Bangka Barat – Gemuruh sorak-sorai dan tepukan riuh mengguncang area belakang Garasi Ex Timah, Desa Sekar Biru, sejak 30 April hingga 4 Mei 2025. Ribuan orang membanjiri Paritiga Expo 2025, ajang kolosal yang merayakan Hari Jadi ke-14 Kecamatan Paritiga. Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi simbol kebersamaan warga dalam mengangkat marwah budaya dan perekonomian lokal.

Minggu (4/5/2025) menjadi malam paling dinanti. Panggung utama bergemuruh saat Barongsai menampilkan koreografi memukau dengan kostum berkilauan, diiringi tabuhan gendang yang memacu adrenalin. Suasana semakin hidup ketika Munir, komedian ternama, melontarkan joke-joke segar yang membuat perut penonton kram karena tertawa. Tak mau kalah, Mr. Jono dan Joni, duo selebriti papan nasional, menghipnotis penonton dengan lagu-lagu hits dan gerakan penuh energi. “Gila, seru banget! Kayak konser besar tapi gratis!” seru Dodi, remaja yang datang bersama keluarganya.

Dalam pidato pembuka, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat menekankan pentingnya mengoptimalkan potensi lokal. “Paritiga punya segalanya: pantai memesona, agrowisata hijau, dan UMKM kreatif. Event ini adalah jembatan menuju kesejahteraan,” ujarnya penuh semangat.

Fakta berbicara: partisipasi pelaku UMKM tahun ini melesat 40% dibanding 2024. Di area UMKM Fast, puluhan stan menjajakan produk unik, mulai dari batik khas Paritiga, kerupuk ikan laut, hingga minyak kelapa murni. “Dagangan saya habis dalam dua hari! Tiap malam, pengunjung antre buat beli keripik pisang racikan saya,” cerita Wati, salah satu pelaku UMKM.

Camat Paritiga, Adhian Zulhajjany, membeberkan rahasia sukses acara ini: swadaya murni dari masyarakat. “Pemuda, sponsor, dan donatur bahu-membahu. Pemerintah hanya fasilitator. Ini bukti bahwa kemandirian warga Paritiga tak perlu diragukan!” tegasnya di antara aplaus meriah hadirin.

Tema “Perkuat Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM” tercermin dalam setiap sudut expo. Menurut Adhian, kolaborasi antara seni, pariwisata, dan UMKM adalah kunci kemajuan. “Ini bukan hanya pesta, tapi gerakan ekonomi yang nyata,” tambahnya

Selama lima hari, pengunjung disuguhi rangkaian acara seru. Pagi dimulai dengan Fun Run yang diikuti 500 peserta dari anak-anak hingga lansia, menyusuri jalur alam sekitar Desa Sekar Biru. Siang hingga malam, panggung budaya ramai dengan pertunjukan tari tradisional, demo masak chef lokal, dan lomba kreasi kerajinan.

Booth promosi wisata juga menjadi magnet. Melalui layar raksasa, pengunjung diajak “jalan-jalan virtual” ke pantai tersembunyi dan perkebunan lada Paritiga yang hijau. “Ternyata Paritiga secantik ini! Besok saya mau ajak keluarga liburan ke sini,” kata Linda, wisatawan asal Jakarta.

Acara ini dihadiri deretan pejabat dan tokoh berpengaruh, seperti Anggota DPRD Bangka Barat, Forkopimcam, dan Ketua PKK Kecamatan. Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial, tapi bukti dukungan nyata. “Ini contoh konkret sinergi segitiga: pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ujar perwakilan DPRD.

 

Paritiga Expo 2025 resmi ditutup dengan pidato Camat Adhian yang penuh keyakinan: “Tahun depan, kita akan luncurkan platform digital UMKM dan gelar festival budaya skala nasional!”. Teriakan “Hidup Paritiga!” membahana, mengukuhkan expo sebagai agenda kebanggaan warga.

Di balik gemerlap lampu panggung dan riuh rendah pengunjung, tersirat pesan kuat: Paritiga Expo adalah bukti bahwa semangat gotong royong dan kecintaan pada daerah mampu menciptakan perubahan ekonomi nyata. Tanpa dana pemerintah, masyarakat Paritiga menorehkan sejarah: pesta rakyat yang memajukan daerah, dari tangan mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *