Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental dalam Satuan Pendidikan

Oleh Rudiyanto, S.Pd.,Gr

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan

Dewasa kini, dunia pendidikan di Indonesia mengalami berbagai problem serius yang dapat mempengaruhi kondisi mental dan kejiwaan. Berbagai permasalahan-permasalahan tersebut misalnya lingkungan satuan pendidikan yang toxic, perundungan atau pembulian, intoleransi dan kekerasan seksual serta permasalahan lainnya. Permasalahan-permasalahan tersebut terjadi antarsesama pendidik, pendidik dengan tenaga kependidikan, pendidik dengan peserta didik dan lain sebagainya. Dengan berbagai permasalahan tersebut, maka akan berdampak pada kondisi mental atau kejiwaan si korban. Selanjutnya, hal tersebut akan menimbulkan permusuhan serta situasi dan kondisi lingkungan satuan pendidikan yang tidak nyaman. Pada akhirnya, tujuan pembelajaran dan mutu pendidikan tidak akan pernah tercapai.

Dunia pendidikan memiliki peran yang sangat mulia dalam menciptakan generasi penenerus bangsa yang berpengetahuan (intelektual), berketerampilan (psikomotorik) dan bersikap yang baik (afektif). Oleh karena itu, lingkungan dalam tiap-tiap satuan pendidikan hendaknya dapat senantiasa menciptakan suasana lingkungan yang saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, lingkungan satuan pendidikan akan terasa nyaman dan harmonis. Kenyamanan dan keharmonisan serta kekompakan warga satuan pendidikan adalah senjata pamungkas yang dapat memajukan sebuah satuan pendidikan.

Menurut hemat penulis, berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dalam satuan pendidikan antara lain sebagai berikut:

1. Menjaga Hubungan Baik Antarsesama

Manusia memiliki hubungan yang harus senantiasa dijaga dengan baik. Diantara hubungan tersebut ialah hubungan antarsesama manusia (hablumminannas). Dalam satuan pendidikan, hendaknya kita senantiasa menjaga hubungan baik dengan antarsesama pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik serta seluruh warga satuan pendidikan. Dengan demikian kondisi mental seluruh warga satuan pendidikan akan senantiasa terjaga dan terawat dengan baik

2. Senantiasa Berpikiran Positif

Pola pikir positif akan menghadirkan hal-hal baik dalam setiap lini kehidupan kita. Untuk senantiasa dapat menjaga kesehatan mental kita, maka kita semua seluruh stakeholder hendaknya dapat menjauhkan diri prasangka buruk (suudzan) serta senantiasa mengedepankan prasangka baik (husnudzan)

3. Meningkatkan Religiusitas

Tingkat keimanan dan ketaqwaan seseorang dapat mempengaruhi perkataan dan perbuatan seseorang tersebut. Dengan iman dan taqwa yang istiqamah, maka seseorang tersebut akan berupaya menjalankan perintah-perintah Allah SWT, menjauhi segala larangan-laranganNya serta senantiasa menjaga hubungan baik kepada sang pencipta (Hablumminallah)

4. Jauhi Sifat Iri Dengki

Lingkungan satuan pendidikan yang toxic dan permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam satuan pendiidikan salah satunya disebabkan oleh sifat iri dengki. Untuk menjaga kesehatan mental, maka hendaknya seluruh warga satuan pendidikan menjauhkan diri dari sifat iri dan dengki

5. Istirahat dan Olahraga Teratur

Istirahat dan olahraga yang teratur akan mempengaruhi kondisi mental seseorang. Seseorang yang sering tidur larut malam dan tidak pernah berolahraga akan cenderung memiliki kondisi mental yang tidak stabil seperti mudah marah, cemas dan bahkan mudah terkena penyakit. Sebaliknya, seseorang yang istirahat dan olahraganya teratur, mentalnya akan stabil dan baik

6. Makan Sehat dan Bergizi

Makan sehat dan bergizi akan memberikan dampak perkembangan dan pertumbuhan pada tubuh secara optimal. Dengan demikian, seseorang yang senantiasa makan sehat dan bergizi mentalnya akan senantiasa terjaga

Pada akhirnya, kesehatan mental seluruh warga satuan pendidikan adalah faktor penting dalam menunjang kemajuan mutu satuan pendidikan. Oleh karena itu, seluruh warga satuan pendidikan hendaknya dapat menjaga marwah dan martabat dunia pendidikan dengan senantiasa menciptakan suasana lingkungan satuan pendidikan yang nyaman, sehat, rukun dan damai serta senantiasa menjadi teladan dalam lingkungan sosial masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *