Pertemuan Ir. Soekarno di Panti Asuhan Mentok dan dengan Masyarakat di Tempilang. 

Oleh Dato’ Akhmad Elvian *)

Bekaespedia.com,- Pada tanggal 25 Maret 1949, Ir. Sukarno menghadiri pertemuan di panti asuhan Mentok dan diikuti 50 anggota PERWANI, 15 tokoh masyarakat dan anak yatim piatu. Hadir juga Kepala Pemerintahan Mentok, Kemas Zainal Abidin. Selanjutnya pada hari Minggu, tanggal 27 Maret 1949, bertepatan 27 Jumadil Awal 1368 Hijriah masyarakat Kampung Tempilang mengadakan kegiatan festival panen yang dipimpin langsung oleh Gegading Abdul Karim. Kegiatan ini diluar jadwal tahunan perayaan sedekah kampung, seperti Perang Ketupat yang diselenggarakan setiap menjelang bulan Ramadhan. Diawali kunjungan Badrun (Ketua PORI dan SENI Mentok) ke Tempilang dan memberitahukan kesediaan para pemimpin Republik Indonesia datang ke Tempilang. Menjelang hari pelaksanaan, Gegading (Kepala Kampung) mengimbau agar penduduk menyiapkan makanan untuk di bawa ke Balai pertemuan dan mengumpulkan uang untuk dipergunakan membiayai berbagai pengeluaran, termasuk biaya sewa kendaraan khusus anggota PORI. Informasi rencana kehadiran Sukarno dan para pemimpin Republik ke Tempilang menyebar ke kampung-kampung sekitar Tempilang, seperti Tanjungniur, Penyampak, Sangku, Kotawaringin dan Kelapa. Sehingga pada hari Minggu itu, gelombang kedatangan masyarakat ke Tempilang mencapai 3000 orang dan tamu dari Mentok sebanyak 150 orang, Sukarno hadir didampingi para pemimpin Republik lainnya, Kepala Pemerintahan Mentok, Pengurus Pegadaian, Kepala kantor PTT (Kantor Pos), Kepala Dinas Distribusi, Kepala Pusat Listrik dan grup musik dari Mentok. Para tamu diterima di Balai Pertemuan, disajikan aneka makanan, hiburan musik tradisional dan anak-anak sekolah menyanyikan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Bung Hatta mengenang kembali perjalanan perjuangan politik untuk meraih kedaulatan rakyat Indonesia sejak tahun Agustus 1945, Masyarakat Bangka sangat mendukung perjuangan ini seperti ditunjukkan dalam setiap kunjungan ke beberapa kota, seperti Belinyu. Sungailiat, Pangkalpinang, Koba dan Toboali. Setelah itu Bahrun mengajak Sukarno dan para pemimpin lainnya untuk ikut permainan rakyat. Kegiatan di Tempilang berjalan lancar dan tertib. Rombongan pemimpin Republik melanjutkan perjalanan menuju Pangkalpinang untuk melakukan pertemuan dengan UNCI dan beberapa delegasi Republik Indonesia lainnya.

Disalin dari buku Kenang Mengenang Meraih Kemenangan, hal. 215

*) Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia

Exit mobile version