Pertemuan Serin dan Teman Sekolah

Oleh: Khiyarotun Nafisah (MTs AIAI Sungaiselan)

 

Di suatu hari ada anak bernama Serin. Serin adalah anak yang pintar dan suka bersosialisasi dia juga suka membantu orang-orang yang ada di sekitarnya. Serin bersekolah di SMA Cakrawala.

Pada hari Senin, Serin bangun pagi yang dikarenakan sekolahnya mengadakan acara yang di mana para siswa dan siswi dari berbagai sekolah berkumpul dan mengadakan acara perlombaan antarsekolah. Serin juga ikut serta dalam perlombaan tersebut.

Sesampainya di sekolah Serin melihat banyak sekali orang dari sekolah yang berbeda-beda. Saat akan pembagian kelompok mereka diberitahukan, bahwa mereka akan dibagi menjadi tiga kelompok yang di mana masing-masing dari mereka dari sekolah yang berbeda. Saat Serin masuk kelas, Serin melihat dua anak perempuan yang merupakan kelompok Serin.

Mereka berdua bernama Dela dan Caca. mereka berasal dari sekolah yang sama yaitu SMA Cakrawala. Saat Serin ingin memperkenalkan diri, “Halo kenalin aku Serin,” belum sempat Dela dan Caca menjawab terdengar suara keras yang berasal dari luar kelas. Mereka diminta untuk bersiap-siap karena perlombaan akan segera dimulai.

Saat Serin sedang bersiap-siap terdengar suara yang di mana suara tersebut berasal dari Caca.

“Dela, buruan lombanya udah mau dimulai!”

Serin yang mendengar perkataan Caca hanya diam karena Serin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Caca.

Dela yang mengerti situasi tersebut langsung berbicara, “Maaf sebelumnya Serin, Dela orang Jawa,” Dela pun mengangguk paham.

“Dela buruan!” ucap Caca.

“Iya Caca.”

Mereka pergi untuk berkumpul di lapangan yang menjadi tempat perlombaan.

Sesampainya mereka di tempat perlombaan Serin melihat sudah banyak orang yang berkumpul. Acara pertama diisi dengan tarian tradisional dan acara kedua lomba tarik tambang. Serin, Dela dan Caca ikut serta dalam lomba tersebut. Saat perlombaan di mulai Serin melihat lawan mereka yang memiliki tubuh yang cukup besar, walaupun begitu Serin dan teman-temannya tidak gentar. Perlombaan pun di mulai. Serin, Dela dan Caca menarik tali tersebut sekuat tenaga sampai terdengar suara jatuh yang berasal dari belakang Serin. Serin menoleh ke belakang dan melihat Dela yang terjatuh, dengan sigap Serin mengulurkan tangannya untuk membantu Dela berdiri, “ayo” seru Serin. Dela pun menerima uluran tangan Serin dan kembali berdiri.

“Terima kasih,” jawab Dela pendek.

Serin hanya mengangguk, setelah beberapa saat perlombaan pun berakhir dan dimenangkan oleh kelompok Serin.

Saat penutupan acara mereka berkumpul untuk mengabadikan foto bersama. Mereka berkumpul, Dela dan Caca sempat berbicara, “Oh iya, Serin kenalin aku Dela.”

“Aku Caca.”

Serin menjawab, “Salam kenal, aku Serin.” Dela dan Caca mengangguk paham.

Saat mereka sedang berbicang-bincang Serin berpikir untuk meminta nomor hp agar bisa berkomunikasi dan menjadi lebih akrab.

“Dela, Caca aku boleh minta nomor kalian enggak, biar bisa berkomunikasi,” ujar Serin.

Dela dan Caca mengangguk dan memberikan nomor mereka masing-masing.

“Nih, Serin kamu simpan baik-baik biar kita bisa jadi teman.”

Serin mengangguk mengerti. Dela yang melihat interaksi Serin dan Caca tersenyum gembira karena Dela dan Caca merupakan sahabat masa kecil. Caca jarang sekali berinteraksi dengan orang lain dan ini merupakan pengalaman pertama Caca.

Saat mereka sedang asik berbincang, terdengar suara dari lapangan. Mereka diminta untuk berkumpul karena akan membagikan hadiah untuk para peserta lomba yang menjadi juara di antara mereka. Kelompok Serin menjadi juara satu. Mereka diminta untuk maju dan mengambil piala. Serin, Dela, dan Caca maju untuk mengambil piala tersebut. Saat mereka maju, mereka diminta untuk mengucapkan sepatah kata yang akan menjadi penutup acara tersebut.

“Hadirin semuanya, perkenalkan saya Serin. Sebelum acara ditutup saya ingin mengucapkan terima kasih karena telah membuat acara ini yang membuat saya mengerti, bahwa walaupun kita berbeda bahasa tetapi tetap satu seperti bhineka tunggal ika, bersatu kita teguh bercerai kita rintuh, walaupun kita berbeda bahasa ingat, bahwa bahasa tidak bisa memisahkan kita yang sebagaimana terjadi dikehidupan sehari-hari yang kita semua alami. Itu saja yang bisa saya sampaikan sekian terima kasih.”

Mereka yang mendengar ucapan Serin hanya tertegun. Yang diucapkan Serin benar adanya walaupun mereka berbeda bahasa tapi meraka tetap satu. Setelah mengatakan itu Serin, Dela, dan Caca turun dan kembali berkumpul untuk mengabadikan foto bersama setelah berbagai hal yang mereka lewati. Setelah berfoto bersama mereka diminta berbaris dan bersalaman satu sama lain sebagai tanda perpisahan antarsekolah. Serin, Dela dan Caca saling bersalaman dan berpelukan.

“Semoga kita bisa ketemu lagi, ya!”seru Dela.

Serin hanya mengangguk mengerti. Serin menjawab, “makasih ya udah mau jadi temen aku.”

“Iya jangan lupa buat hubungin aku sama Dela ya!” jawab Caca.

Mereka berkumpul di depan pintu gerbang sekolah. Serin menaiki bus sekolah. Saat Dela dan Caca menaiki bus, mereka sempat melambaikan tangan kepada Serin. Serin membalas lambaian tangan mereka. Bus berjalan meninggalkan sekolah tersebut. Dela dan Caca sempat berteriak, “sampai bertemu lagi!” Senyum mengembang dari bibir Serin.

Saat serin pulang sekolah, Serin bercerita kepada ibunya bahwa ia bertemu teman baru. Ibunya yang mendengar hal tersebut tersenyum senang. Dia senang karena Serin bukan lagi anak yang penyendiri. Ibunya pun berkata, “Serin, Ibu senang sekali mendengar Serin mempunyai teman tapi ingat kalau berteman tidak boleh saling membedakan!”

Serin hanya mengangguk paham. Serin menjadi mengerti banyak sekali pelajaran yang dia dapat dari acara di sekolahnya dan dia juga mendapatkan teman.

Begitulah pertemuan Serin dan teman-temannya yang dapat menjadi motivasi bagi kita semua seperti kata para pejuang walaupun kami berbeda bahasa tetapi kami tetap satu dengan begitu Indonesia akan menjadi menjadi negara yang makmur dan sejahtera, dan tidak saling membedakan walaupun dari daerah yang berbeda-beda dan agama yang menjadi pegangan teguh bagi kita semua. Mengajarkan kita banyak hal seperti semboyan negara kita Bhineka tunggal ika, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh, yang berarti, setiap manusia itu sama dan saling berpasangan dalam menghadapi segala sesuatu, masalah yang mereka alami dan menjalani hidup dengan damai dan tentram tanpa ada gangguan masalah. (BP/ KM)*

 

Cerpen ini merupakan karya peserta Lomba Menulis Cerpen dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Indonesia, Bangka Tengah di Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 23 Oktober 2025. 

Exit mobile version