Kontributor: Riszuan
Bekaespedia.com. Pekanbaru_Mengangkat tema pembelajaran langsung di lapangan, mahasiswa Program Studi Manajemen Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau angkatan 2022 dan 2025 baru saja menyelesaikan kegiatan Praktik Lapangan (Field Practice) ke destinasi-destinasi unggulan Sumatera Utara. Perjalanan edukasi dan wisata ini berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 21 hingga 25 Mei 2026, dengan tujuan utama mendalami penerapan manajemen pariwisata di berbagai kawasan strategis.
Berangkat dari Pekanbaru pada tanggal 21 Mei, rombongan mahasiswa dan dosen pendamping tiba di kawasan Danau Toba keesokan harinya, tepatnya tanggal 22 Mei. Peserta langsung disuguhkan keindahan alam Parapat yang memukau. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan wisata, melainkan sarana pembelajaran nyata bagaimana konsep Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism) diterapkan dan dijaga kelestariannya di kawasan Danau Toba yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.
Perjalanan pembelajaran berlanjut menyeberang ke Pulau Samosir. Di Desa Wisata Huta Siallagan, mahasiswa diajak menelusuri jejak sejarah melalui peninggalan bersejarah berupa Kursi Batu Raja Siallagan. Di lokasi ini, materi Storynomics Tourism dipraktikkan secara langsung, di mana mahasiswa belajar bagaimana mengemas cerita sejarah dan budaya agar terasa hidup, menarik, dan tidak membosankan bagi pengunjung. Pengalaman berharga juga didapatkan di Desa Wisata Tomok Parsaroan, di mana peserta mempelajari bagaimana kearifan lokal dan budaya otentik masyarakat setempat menjadi daya tarik utama yang dijaga secara turun-temurun.
Tidak hanya fokus pada budaya, agenda ekskursi juga membawa rombongan menikmati kemegahan Air Terjun Sipiso-piso di Tongging dengan pemandangan spektakuler dari ketinggian. Perjalanan kemudian berlanjut ke Pasar Buah Berastagi. Di lokasi ini, mahasiswa mengamati eratnya hubungan sinergi antara pengembangan Agrowisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari interaksi langsung dengan warga lokal hingga mengamati rantai pasok produk pertanian, menjadi materi observasi yang sangat berharga bagi mahasiswa.
Mengakhiri rangkaian kunjungan di Sumatera Utara, rombongan bergerak menuju Kota Medan untuk melakukan City Tour. Salah satu sorotan utama adalah kunjungan ke Tjong A Fie Mansion. Di bangunan bersejarah ini, mahasiswa mendalami materi Heritage Tourism, melihat bagaimana asimilasi budaya dan arsitektur lintas etnis menciptakan warisan budaya yang tak lekang oleh waktu dan tetap menjadi ikon pariwisata kota hingga saat ini.
Setelah menamatkan seluruh rangkaian agenda pembelajaran, rombongan kembali ke Pekanbaru dan tiba dengan selamat pada pagi hari tanggal 25 Mei 2026 dengan membawa berjuta pengalaman dan kenangan berharga.
Ketua Program Studi Manajemen Pariwisata STP Riau, Hj. Risna Yanti, S.Sos., M.Par, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurut beliau, praktik lapangan adalah metode pembelajaran krusial untuk mencetak tenaga kerja pariwisata yang kompeten dan berwawasan luas.
“Pariwisata itu ilmu praktik, tidak cukup hanya dipelajari di dalam kelas. Melalui kegiatan Field Practice ke Danau Toba, Berastagi, hingga Medan ini, mahasiswa angkatan 2022 dan 2025 kita berkesempatan melihat langsung bagaimana destinasi dikelola, bagaimana budaya dikemas menjadi produk wisata, hingga bagaimana ekonomi masyarakat berputar karena pariwisata. Penerapan konsep seperti Sustainable Tourism, Storynomics, hingga Heritage Tourism yang mereka pelajari hari ini, akan menjadi bekal utama mereka kelak saat terjun mengelola pariwisata di Provinsi Riau maupun di tingkat nasional,” ungkap Hj. Risna Yanti.
Beliau juga berharap, semangat belajar yang didapatkan dari keindahan dan kekayaan budaya Sumatera Utara dapat diaplikasikan mahasiswa untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di daerah asalnya masing-masing.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat posisi STP Riau sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang cerdas, tanggap, dan siap bersaing di industri pariwisata yang sesungguhnya. (BP/ KM)*
