Oleh : M. Yanuar Anoseputra, S.Pd.I., Gr., CT
Guru SDN 14 Pangkalanbaru / Ketua KKG PAI Provinsi Kep. Bangka Belitung Bidang Humas & Kerjasama
Bekaespedia.com,- Pendidikan Islam telah memberikan banyak kontribusi dalam membangun Bangsa Indonesia sejak zaman perjuangan merebut kemerdekaan. Kita mengenang tokoh H.O.S Cokroaminoto. Seorang tokoh Islam masa lampau yang memimpin Sarekat Islam menjadi organisasi massa yang sangat berpengaruh pada masanya. Tujuannya adalah membela pedagang dan pribumi dari penjajahan. Keberaniannya meneriakkan “Islam dan Nasionalisme tidak bisa dipisahkan” membuat rakyat sadar untuk tidak terpropaganda dengan politik adu domba Belanda, Devide et impera.
Namun poin tulisan itu bukan di sana. Saya akan mengulas sosok guru bangsa H.O.S. Cokroaminoto yang sebagai ketua Sarekat Islam, sekaligus termasuk ulama kita saat itu, menelurkan para tokoh besar Republik. Diantaranya Soekarno yang menjadi pemimpin besar Revolusi Indonesia. Bahkan dari murid-muridnya memiliki jalan fikiran yang berbeda, meski dari guru yang sama. Seperti Semaoen tokoh PKI. Hingga Kartosuwirjo tokoh DI/TII. Perbedaan ini menunjukkan, bahwa Islam sebenarnya tidak melarang kebebasan berfikir dan menjaga hak setiap manusia. Seperti kata Voltaire seorang filsuf Perancis mengatakan, “berfikir bebas adalah hak setiap manusia”. Atau menurut Buya Hamka, “Kebebasan berfikir adalah syarat utama untuk maju”. Hal itu membentuk dinamika politik dalam negeri menjadi bergejolak, dan memberikan lagi kesempatan bagi rakyat agar memilih jalan mana yang akan kita pilih sebagai landasan perjalanan bangsa.
Dari tokoh luar biasa bernama H.O.S Cokroaminoto ini, ada tiga poin dalam Pramuka yang secara tidak langsung terhubung dengan pelajarannya.
Pertama, Budi Pekerti. Sarekat Islam mendidik kadernya untuk belajar Budi Pekerti. Karena adab adalah pondasi dasar sebelum ilmu. Dalam Islam, ini disebut Akhlak. Sebuah cabang ilmu dalam Islam yang memberikan pengajaran melalui kisah Rasulullah Saw dan para sahabat. Dalam pramuka pun, ada beberapa poin akhlak yang diajarkan seperti tercantum dalam Dasa Darma dan Tri Satya. Kasih sayang, rela menolong, rajin, patuh kepada orangtua, mandiri, gotong royong dan hemat.
Kedua, aspek Syari’ah. Dalam kegiatan pramuka, ada kegiatan sholat berjama’ah bagi yang muslim. Birrul walidain, ta’awun, hingga hifdzul mal tentang penghematan dalam menggunakan air. Ketiga, Aqidah. Dalam Dasa Darma Pramuka menyebut Takwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa menjadi poin pertama. Dalam kegiatannya juga diharapkan agar tidak melenceng dari nilai-nilai ketakwaan. Sama seperti H.O.S Cokroaminoto yang mendidik muridnya dengan nilai akidah. Pramuka juga tidak bisa dipisahkan dari Pendidikan Islam. Seperti Guru Bangsa yang juga tidak memisahkan Islam dan Nasionalisme.
