Oleh Rudiyanto S.Pd.,Gr
Guru Pendidikan Agama Islam SD Negeri 9 Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan
Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan akan bencana. Berdasarkan sumber laman gurudikas.dikdasmen, lebih dari 70 ribu satuan pendidikan di Indonesia dan 15 juta peserta didik terkena dampak bencana dalam kurun waktu 20 tahun lebih.
Beberapa bencana yang terjadi diantaranya ialah gempa bumi, banjir dan kebaran hutan. Berdasarkan data tersebut, maka menurut hemat penulis sangat penting sekali bagi tiap-tiap satuan pendidikan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana.
Satuan pendidikan di Indonesia dapat membuat beberapa program dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana bagi para pendidik, peserta didik dan tenaga kependidikan. Salah satau program yang ideal untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana bagi tiap-tiap satuan pendidikan ialah Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Menurut hemat penulis, beberapa langkah-langka dan upaya yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan dalam mengimplementasikan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) antara lain adalah sebagai berikut:
Membentuk Tim Aman Bencana
Langkah awal dalam mengimplementasikan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ialah dengan membentuk tim Aman Bencana di setiap satuan pendidikan masing-masing. Tim ini kurang lebih sama dengan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang terdiri dari ketua dan anggota. Tim Aman Bencana dapat terdiri dari para pendidik, tenaga kependidikan, komite satuan pendidikan dan mitra satuan pendidikan lainnya
Membentuk Program Kerja
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) harus memiliki program yang berdampak dan berkelanjutan. Program kerja tersebut dapat berisikan kegiatan-kegiatan dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Waktu pelaksanaan program kerja tersebut juga harus direncanakan secara matang
Melakukan Kegiatan Sosialisasi, Pelatihan dan Simulasi Aman Bencana
Hal paling fundamental Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ialah dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman bagi warga satuan pendidikan terkait dengan bagaimana SOP dalam mencegah dan menangani bencana yang terjadi. Bentuk dari kegiatan tersebut ialah berupa sosialisasi, pelatihan, simulasi dan lain sebagainya
Mengintegrasikan Pemahaman Bencana ke dalam Mata Pelajaran
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dapat di integrasikan ke dalam beberapa mata pelajaran misalnya pelajaran IPA, IPS dan lain sebagainya. Para pendidik hendaknya dapat menyelipkan pengetahuan dan pemahaman bencana pada beberapa materi pembelajaran yang terkait dengan bencana
Bermitra dengan Stakeholder Terkait Bencana
Dalam mengimplementasikan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini, pihak satuan pendidikan dapat menggandeng beberapa pihak seperti komite satuan pendidikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), DAMKAR (Pemadam Kebakaran), para tokoh masyarakat dan lain sebagainya
Melakukan Evaluasi dan Refleksi
Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) hendaknya dapat di evaluasi dan di refleksi secara berkala. Saran dan masukan untuk Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sangat diperlukan agar kekurangan-kekurangan yang terjadi dapat diperbaiki dan disempurnakan. Sehingga, ketika terjadi bencana tidak ada lagi kendala-kendala yang terjadi.
Pada akhirnya, sebagai generasi terdidik hendaknya kita semua dapat menjadi agen perubahan terutama dalam pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana. Langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita lakukan ialah dengan membuang sampah kepada tempatnya untuk menghindari bencana banjir, melakukan reboisasi untuk menghindari bencana longsor, tidak membakar hutan sembarangan untuk menghindari bencana kebakaran dan lain sebagainya. Tanpa disadari, beberapa bencana yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan oleh tangan manusia itu sendiri. Oleh karena itu, hendaknya kita semua dapat saling mengingatkan dalam kebaikan serta senantiasa menjaga lingkungan dan alam sekitar kita.
