Rahasia di Balik Gasing Kayu

Oleh: Meilanto

 

Bimo menatap sinis gasing plastik milik teman-temannya yang menyala warna-warni. Ia hanya punya gasing kayu kusam pemberian kakek.

“Gasing kuno itu pasti kalah!” ejek mereka.

Namun, Kakek pernah membisikkan sebuah rahasia, “Permainan tradisional bukan soal baterai, tapi soal rasa dan napas.”

Saat pertandingan dimulai, Bimo tidak terburu-buru. la membelitkan tali rami dengan penuh perasaan, seperti memeluk kenangan. Dengan satu sentakan mantap, gasing kayunya meluncur. Ajaib! Gasing itu berputar sangat tenang di satu titik, seolah-olah diam namun mematikan. Sementara itu, gasing plastik teman-temannya terpental karena terlalu ringan dan ringkih.

“Kok bisa?” tanya teman-temannya heran.

Bimo tersenyum. Rahasianya bukan pada kayu itu sendiri, melainkan pada keseimbangan dan kesabaran yang ia salurkan lewat tarikan tangan. Gasing kayu itu memiliki “jantung” yang berat, membuatnya tetap kokoh meski dihantam berkali-kali.

Hari itu, Bimo tidak hanya memenangkan permainan, tapi juga mengajarkan bahwa sesuatu yang dianggap ketinggalan zaman seringkali menyimpan kekuatan yang tak lekang oleh waktu. (BP/ KM)*

 

Cerpen anak ini telah dibukukan dalam Aku Hebat Tanpa Gadget!!! yang diterbitkan oleh Leguty Media, Februari 2026.

Exit mobile version