Oleh: Yanto M, PD
*(Guru Motivator Pendidikan & Da’wah Indonesia)*
Bekaespedia.com,- Hari ke-10 Ramadhan… detik-detik krusial di ujung fase rahmat yang Allah SWT limpahkan seluas langit dan bumi. Rasulullah ﷺ pernah bersabda: *“Awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah, dan akhirnya itqun minan naar”* (Awalnya rahmat, tengahnya ampunan, akhirnya pembebasan dari neraka). Bayangkan, 10 hari penuh berkah ini seperti pintu surga yang terbuka lebar—tapi sudahkah kamu benar-benar melangkah masuk?
Rahmat bukan sekadar rezeki mengalir deras atau badan kuat menahan lapar haus. Ia adalah hati yang meleleh, air mata taubat yang mengalir deras saat sujud, dan dosa-dosa busuk yang kita buang jauh-jauh. Allah berfirman dalam Al-Qur’an: *“Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik”* (QS. Al-A’raf: 56). Tapi, jika sampai hari ini dada masih sesak, mata kering, dan lisan masih akrab dengan ghibah—jangan salahkan Ramadhan! Kita sendiri yang lalai mengetuk pintu-Nya.
*Kenapa Banyak yang Gagal Meraih Rahmat?* Karena kita sibuk mengejar dunia, lupa rahmat sejati lahir dari istighfar yang banjir, shalat yang khusyuk, malam yang hidup dengan wirid, dan hati yang direndam Al-Qur’an. Hari ke-10 ini momentum emas: tutup fase rahmat dengan ledakan taubat! Perbanyak *astaghfirullahal ‘azhim*, rapatkan saf shalat, hayati setiap ayat malam hari, dan biarkan Qur’an melunakkan jiwa.
Ingat, besok kita masuk fase ampunan. Hanya hati yang sudah dirahmati yang siap menjemput maghfirah. Jangan biarkan 10 hari ini sia-sia—jadikan ia tiket ke surga! Semoga rahmat Allah menyelimuti kita semua, membawa perubahan abadi hingga Ramadhan usai.
Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
