Kau bertingkah,
dengan pola yang sama.
Kau berulah pada teknik serupa;
tak ada kehendak berubah,
masih tetap bedebah!
Kau ulangi lagi caramu berserak tak terarah…
Parah!
Lakumu penuh rayu,
menjual sayu dan cerita kelabu.
Cerobohmu memantik api,
membakar hati, teruntai maki.
Umbaran nafsu liar kau tebar sekena hati,
kebobrokan terus kau lahapi,
hingga tak sadar kau tercekik sendiri.
Sampai kapan culas kau repetisi?
Mungkinkah kan terhenti,
bila malaikat menjemput tuk mati?
Sadari sedari kini:
raga tak selamanya menarik,
rupa tak seterusnya cantik.
Sujudlah!
Tobat tersungkur,
sebelum semua hancur dan lebur!
Jika kau manusia,
sepatutnya kau bisa merasa.
Bangga bernoda, berselimut gelimang hina…
lebih rendah dari satwa!
Lumbung dosa kian bergulung,
bertumpuk kusut, tumpah ruah,
bersama desingan sumpah serapah!
Pangkal Pinang, 29 Juni 2026
Sang Peramu Aksara
Agus Bachtiar K
