Rinai Pagi
Rinai Rindu yang hilang di kabut pergi
Hiruk-pikuk nya “Sarkem” Pagi itu
Membawakan Asabri ku menerawang jauh
Sejauh sejarah merah yang dilupakan
Dininabobokkan oleh kepentingan
Kepentingan sebagian kelompoknya yang meraung-raung mengerdilkan orde
Ternyata dia hanya gelandang politik yang ingin ganti berkuasa
Bukan hanya mengritik tajam buat kepentingan 21 generasi kedepan
Hingga generasi “Debok Bosok” Semata
Ngejaman, 29032026 11.54
Mamuk SMPA






