Rumahku adalah Istana ,Haji Ade Buka Pintu untuk Pengajian Perdana Paguyuban Pasundan Basel, Penuh Makna!

Oleh: Kang Uyan

Bekaespedia.com, Toboali,- Di balik kesederhanaan sebuah rumah, terukir kisah kehangatan dan persaudaraan yang tak terlupakan. Kediaman Bapak Haji Ade di Toboali menjadi saksi bisu pengajian perdana Paguyuban Pasundan Basel yang penuh makna. Acara yang digagas oleh Kang Aceng (Bos BSC: Bakso Siomay Centre) ini dimulai selepas waktu Ashar, dihadiri oleh tamu-tamu istimewa, termasuk pengurus senior Paguyuban Pasundan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tampak hadir Kang Aep beserta keluarga, Kang Herman, Kang Aceng (Bos Tahu Sumedang Bangka Tengah), Bapak Ade Darma Kokolot (seniman dari Singa Depok asal Desa Rias), Bapak RT Niam, Ibu Evi, Abah dari Toboali, serta tokoh-tokoh masyarakat Toboali lainnya.

Bapak H. Ade dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan. Beliau berharap, kegiatan positif ini dapat membawa keberkahan dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Acara dilanjutkan dengan doa dan dzikir bersama yang dipimpin oleh H. Dedi Alwi. Lantunan doa dan dzikir menggema, memohon keberkahan dan kemudahan bagi seluruh jamaah pengajian Paguyuban Pasundan Basel, serta masyarakat Bangka Belitung pada umumnya.

Kultum oleh Ust. Yanto menjadi sesi yang dinanti. Dengan tema “Kunci Bahagia Dunia Akhirat,” Ust. Yanto menyampaikan materi yang simpel namun bermakna, menggunakan akronim dari kata PASUNDAN:

– P: Perbaiki Niat
– A: Aktif Positif
– S: Semangat mendirikan Shalat 5 waktu dan banyak baca Sholawat
– U: Ubah pikiran negatif jadi positif
– N: Niat lurus ingin mendapatkan Ridho Alloh SWT
– D: Do’a dan Dzikir (Doa tanpa Usaha Bohong, Usaha tanpa Do’a Sombong)
– A: Amanah Dalam segala Hal
– N: (Tidak sempat diterangkan, sengaja membuat jamaah penasaran!)

Ust. Yanto berharap, pengajian ini dapat terus eksis dan dilanjutkan oleh generasi berikutnya, serta diselingi dengan bacaan sholawat bersama.

Acara ditutup dengan doa oleh sesepuh dari Toboali, dilanjutkan dengan acara MABER (makan bersama). Suasana semakin hangat dan penuh kekeluargaan dengan menu andalan, semur jengkol.

Setelah santap malam, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Rencananya, pengajian berikutnya akan diadakan di kediaman Bapak Sekda. Semoga semangat kebersamaan ini terus membara, dan pengajian ini menjadi oase penyejuk hati bagi kita semua.

Ke Basel mencari kawan,
Paguyuban Pasundan jadi pilihan.
Pengajian eksis, berkah berlimpahan,
Ukhuwah terjalin, penuh kebahagiaan.

Exit mobile version