Saat Air Menjadi Barang Berharga di Sekolah, Polsek Simpang Teritip Turun Bawa Bantuan

Laporan : Belva Al Akhab

 

Bekaespedia.com, Bangka Barat,- Musim kering perlahan mengubah wajah keseharian di sejumlah sekolah di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Ketika ketersediaan air bersih mulai menipis, aktivitas sederhana seperti membersihkan lingkungan sekolah hingga memenuhi kebutuhan guru dan siswa ikut menghadapi persoalan.

Di tengah kondisi tersebut, bantuan datang dari jajaran Polsek Simpang Teritip.

Personel kepolisian mendistribusikan air bersih ke sekolah yang terdampak kekeringan pada Kamis (17/9/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.

Air bersih yang disalurkan menjadi bantuan untuk menopang kebutuhan dasar warga sekolah di tengah kondisi cuaca kering yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air.

Bagi guru dan siswa, air bukan sekadar pelengkap aktivitas sekolah. Ketersediaannya berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan dan kenyamanan selama proses belajar mengajar berlangsung.

Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPTU Yos Sudarso mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan sekolah yang ikut terdampak kekeringan.

“Ketika kebutuhan air bersih terganggu akibat kekeringan, Polri berupaya hadir untuk membantu. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan guru dan siswa di sekolah,” kata Yos.

Menurut Yos, persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika kekeringan mulai mengganggu ketersediaan air, jajaran kepolisian berupaya hadir memberikan bantuan.

Bantuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga respons terhadap kondisi sosial yang membutuhkan perhatian.

Dia mengatakan jajaran Polres Bangka Barat akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi kondisi yang berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Penyaluran air bersih berlangsung lancar dan kondusif.

Di tengah kekeringan yang membuat air semakin berharga, bantuan itu diharapkan dapat menjadi penopang sementara bagi aktivitas guru dan siswa. Setidaknya, untuk sementara waktu, kebutuhan air di lingkungan sekolah dapat kembali terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *