Secangkir Kopi, Sehamparan Kedamaian

Karya: YANTO IN ACTION

 

Embun pagi berbisik, mentari merekah,

Secangkir kopi hadir, aroma menyentuh jiwa.

Di antara permadani hijau, kedamaian bersemi,

Hati teduh, jiwa menari dalam harmoni.

 

Uap kopi menari, membawa serta khayal,

Dalam setiap tegukan, kehangatan abadi menyala.

Nyanyian burung merdu, melengkapi simfoni pagi,

Alam dan kopi, lukisan yang tak terlukiskan.

 

Di balik cangkir, terukir kisah kehidupan,

Gelombang suka dan duka, silih berganti menghampiri.

Namun kopi tetap setia, menjadi pelipur lara,

Menghadirkan asa, saat jiwa terluka.

 

Sawah membentang luas, bagai mimpi yang tak bertepi,

Menyegarkan sukma, menenangkan nurani.

Di antara padi yang berbisik keemasan,

Terasa syukur, atas anugerah yang tak terhingga.

 

Secangkir kopi, bukan sekadar pelepas dahaga,

Namun teman setia, dalam sunyi yang mendera.

Menemani langkah, atau sekadar merenung diri,

Kopi selalu hadir, membangkitkan inspirasi.

 

Di setiap tegukan, terasa sentuhan semesta,

Tanah yang subur, air yang jernih, udara yang mesra.

Semua menyatu, dalam cangkir keajaiban,

Menghadirkan kedamaian, yang tak ternilai harganya.

 

Kopi dan sawah, dua dunia yang berbeda,

Namun keduanya memancarkan kedamaian yang sama.

Kopi menghangatkan kalbu, sawah menenangkan pandang,

Keduanya adalah berkah, yang patut disanjung.

 

Secangkir kopi, sehamparan kedamaian,

Keduanya adalah anugerah, dari Sang Pencipta Alam.

Mari kita rasakan, setiap sentuhan dan setiap keindahan,

Dengan hati yang bersyukur, dan jiwa yang damai dalam keabadian.

Exit mobile version