Khutbah Jum’at : Menjaga Stabilitas Iman

Oleh: Dr. Minatur Rokhim, MA & Dr. Saidun Derani, MA

Khutbah Jumat-1 : 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ وَقَالَ تَعَالَى: ﴿هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ﴾ وَقَالَ تَعَالَى: ﴿أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ﴾ وَقَالَ تَعَالَى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ﴾.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ، إِنَّ الْإِيمَانَ لَيْسَ حَالًا ثَابِتًا لَا يَتَغَيَّرُ، بَلْ هُوَ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ، يَقْوَى بِالطَّاعَاتِ وَيَضْعُفُ بِالْمَعَاصِي وَالْغَفْلَةِ. فَكَمْ مِنْ قُلُوبٍ كَانَتْ مُنِيرَةً بِذِكْرِ اللَّهِ ثُمَّ أَظْلَمَتْ بِسَبَبِ الْبُعْدِ عَنْهُ، وَكَمْ مِنْ نُفُوسٍ كَانَتْ مُطْمَئِنَّةً فَاضْطَرَبَتْ لِقِلَّةِ صِلَتِهَا بِرَبِّهَا. أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ،

إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ مَا يَنْبَغِي أَنْ نُحَافِظَ عَلَيْهِ هُوَ اسْتِقْرَارُ إِيمَانِنَا وَثَبَاتُهُ، وَذَلِكَ بِالْمُدَاوَمَةِ عَلَى الطَّاعَاتِ، وَالإِكْثَارِ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ، وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ، وَمُجَالَسَةِ الصَّالِحِينَ، وَالْبُعْدِ عَنْ أَسْبَابِ الْفِتَنِ وَالْمَعَاصِي

Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang kita temukan yang terkadang membuat seseorang tidak tahu arah apa yang harus dlakukan. Bingung. Kerja ini salah, kerja itu salah sehingga tanpa terasa melelahkan batin orang tersebut.

Dalam kondisi kebingungan seperti ini muncul perasan hati yang menimbulkan keraguan dalam mengambil keputusan. Ada daya tarik menarik antara yang negative dan positif.

Ketika iman seseorang kuat maka kecendrungan kepada hal yang positif mendorongn orang itu berbuat kebaikan atau makmuf. Ingin menolong orang yang membutuhkan bantuan, berkata santun kepada sesama, sabar menghadapi masalah, dan mengalah terhadap hal-hal yang dipandang tidak prinsip. Selalu rindu ingin dekat kepada Sangn Pencipta dan Rasul-Nya.

Akan tetapi ketika iman lemah dan dikuasai nafsu ketamakan maka muncul keinginan menguasai sesuatu yang bukan haknya. Dalam konteks inilah kejahatan lahir baik perorangan maupun berjamaah. Korupsi terjadi; aspal, cat, semen, pasir dimakan, pedagang misalnya mencampur buah yang bagus dengan yang busuk, berbohong, mengkhiati amanah, inkar janji dan seterusnya.

“Iman itu terkadang bertamnah dan terkadang berkurang” (الإِيمَانُ يَزِيدُ وَيَنْقُصُ)

Timbul pertanyaan bagaiman (how) supaya iman itu tetap stabil atau sekurang-kurangnya dapat terjaga dari hal-hal yang negative.

Di bawah ini Para Ulama dengan merujuk kepada Algur’an dan Hadis memberi petunjuknya supaya stabilitas iman tetap terjaga.

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Ada beberapa amalan yang bisa menjaga stabbiitas iman seseorang yaitu:

1. Majelis al-Sholihin, yaitu duduk berzikir, belajar, mendengar bersama orang-orang yang solih

Ada pepatah Melayu yang menyebutkan bahwa bergaul dengan penjual minyak wangi paling tidak kita akan mendapat bau wanginya. Begitu juga kalau bergaul dengan penjual kambing maka kita akan terkena bauk kambingnya.

Dalam ilmu sosial disebut dengan Radiasi Teori bahwa ketika seseorang berteman dengan penjahat maka radiasi kejahatannya akan ikut secara tidak langsung dalan perilaku orang itu melalui kebiasaannya sehari-hari.

Sebab itulah Rasulullah berpesan bahwa untuk mengetahui karakter dan perilaku seseorang maka tanyakan siapa teman-teman kongsi atau teman mainnya sehari-sehari.

Dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim dikatakan bahwa mencari ilmu adalah perbuatan yang luhur, dan perkara yang sulit maka bermusyawarah atau minta nasihat kepada orang alim penting dan suatu kehahrusan.

Untuk memilih Guru atau kyai carilah yang alim, yang bersifat wara’ dan yang lebih tua. Sebagimana Abu Hanifah memilih Syaikh Hammad bin Abi Sufyan (w. 120 H) karena memiliki sifat-sifat itu maka dia mengaji ilmu kepadanya.

“Beliau adalah seorang Guru berakhlak mulia, penyantun, dan penyabar. Aku bertahan mengaji kepadanya sehingga aku seperti sekarang ini”, kata Abu Hanifah (w. 767).

Orang yang beriman kepada Allah jika terlanjur melakukan perbuatan salah dia sadar segera mengingat Allah sehinggga berhenti melakukan perbuatan maksiat. Lalu memohon ampunanNya dan tak akan mengulanginya.

Zikrullah dengan mengingat dan mengenang karunia Allah kepada kita yang tiada terhitung jumlahnya dan sangat tinggi nilainya. Parhatikan firman Allah di bawah ini.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian berzikir (mengingat) Allah sebanyak-banyaknya. Bertasbihlah memuji-Nya di waktu pagi dan petang” (QS Ahzab : 41-42)

2. Tadabur Alqur’an yaitu membaca dan mengkaji Alqur’an

Alqur’an berarti bacaan sempurna merupakan nama pilihan Allah karena tiada suatu bacaanpun sejak manusia mengenal tulis baca dapat menandingi Alqur’an al-Karim yang mulia.

Allah berfirman : اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهُ لَحٰفِظُوْنَ

“Sesungguhnya Kami (Allah bersama Jibril yang diperintahNya) menurunkan Alqur’an dan Kami ( (Yakni Allah dengan keterlibatan manusia) yang memeliharanya (QS al-Hijr : 9).

Alqur’an itu dalah Rahmah dan Syifa’. Sebagai Rahmah bagi pemeluk Islam Alqur’an menanamkan rasa kasih sayang, melembutkan hati yang keras membatu, dan melahirkan kemurahan hati kepada sesama bagi yang membacanya. Apalagi kalau mentadabburinya. Sedangkan sebagai Syifa fungsi Alqur’an obat holistic bagi penyakit ruhani seperti kraguaan, kemunafikan dan penyakit jasmani.

Dalam Kitab Nasho Ikhu al-Ibaad, karya Imam Nawawi Dimasqi (w. 1277) (bukan Syaikh Nawawi Tanara al-Banteni ya) dikatakan bahwa membaca Alaqur’an setiap hari 100 ayat disasmakan nilai dengan membaca Alqur’an 30 Juz.

Dalam suatu kesempatan mengaji dengan Buya Hamka (w. 1981) Mantan Ketua MUI di Masjid Agung Al Azhar pesan beliau kepada jamaah bahwa salah satu supaya khusu’ dalam shalat ayat yang dibaca dimengerti (ditadabburi) isinya. Tadabbur itu sendiri artinya adalah menerungkan, memikirkan secara mendalam dan menghayati ayat-ayat Alqur’an sehingga paham makna nya. Bahkan Rasulullah berkata bahwa rumah yang tidak terdengar suara Alqur’an dibacakan disamakan (dianalogikan) dengan kuburan hantu yang bergentayangan.

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنْ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surah al-Baqarah.” (HR. Muslim no. 780)

Jamaah Jumat yang dimulyakan Allah

3. Khalwat al-Bathni, yaitu baik bersifat puasa sunat maupun puasa wajib, dan kalau makan berhenti jika terasa kenyang dan makanan yang dimakan jangan yang bersifat raham yang dilarang Allah.

Puasa itu makna bahasanya adalah menahan diri dari segala perkara meskpiun dari prcakapa. Firman Allah dalam Suarat Maryam, ayat 26 berbunyi “ Sesungguhnya aku telah bernazar akan berpuasa maka sekali-kali aku tidak berbicara dengan manusia seharian penuh”.

Dasar perintah berpuasa ini adalah terdapat dalam surat al Baqarah (2), ayat 183 bahwa Allah berfirman :

”Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa”.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Sebenarnya setiap agama itu ada kewajiban berpuasa bukan hanya dalam ajaran Islam. Persoalannya adalah tidak sama tatacaranya, misalny agama Yahudi disebut puasa Tzom adalah praktik menahan diri dari makan dan minun dengan fokus pertobatan, berkabung, dan peringatan sejarah, yang berlangsung selama 24-25 jam dari matahari terbenan hingga malam berikutnya.

Di kalangan kaum Nasrani (Kristen) puasa adalah praktik spiritual untuk merendahkan diri mendekatkan diri kepada Tuhan dan menguasai hawa nafsu kedagingan. Praktiknya ada 40 hari, ada puasa khusus Rabu dan Jumat Agung serta puasa pribadi 12-14 jam.

Dalam Islam Allah menjelaskan keutamaan puasa antara lain dalam surah Ahzab, ayat 35 Allah berfirman:”Laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebutkan nama Allah maka Allah telah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar”.

Rasulullah bersabda bahwa orang-orang yang berpuasa mendapatkan dua kebahagiaan (yaitu) kebahagiaan ketika berbuka dan tatkala berjumpa dengan Tuhannya”. (HR/ b).

“Diamnya orang yang berpuasa dihitung sebagai amalan tasbih, dan tidurnya adalah ibadah dan doanya mustajab (dikabulkan), dan pahala amalannya dilipatgandakan”, sabad Nabi (HR. Dailami)

نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ

Bahkan dalam dunia kedokteran sejak zaman Socrates dan sampai modefren sekarang ini orang-oang yang mau dioperasi sajah supaya diminta puasa dulu. Dan dalam ajaran Islam [uasa itu ada yang wwjiab seperti puasa Ramadhan sebulan penuh, dan ada yang sunnah seperti Senin-Kamis, Puasa Bi’ah (tgal 13-14-15) tiap bulan dan puasa Daud.

4. Qiyam al-Laili yaitu selalau mendawamkan shalat malam yang bergitu besar fadhilahnya.

Dalam surat Isra, ayat 79, Allah berfirman bahwa hendaklah kalian pada sebagian malam hari, sholat Tahajjudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagi kalian, mudah-mudahan Rabb mengangkat kalian ke tempat yang terpuji (QS al-Isra’: 79)

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Dalam Kitab Hadis Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi Dimasqi (w.1277) Rasulullah bersabda bahwa dari Jabir ra dia berkata “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda “Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu saat jika seorang muslim memohon kebaikan kepada Allah Swt baik berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat niscaya Allah kabulkan permohonnannnya. Dan saat yang demikian itu ada pada setiap malam” (HR. Muslim).

Jamaah umat Rokhimakumullah

Demikianlah ada empat hal amalan yang dapat diharapkan menjaga stabilitas iman seorang Muslim sehingga terhindar dari perbuatan maksiat dan perbuatan negative lainnya seperti inkar janji, melanggar amanah, berbohong, dan korupsi yang sangat besar dosanya di sisi Allah Swt.

Mari sama-sama kita bertobat dan mengamalkan empat hal di atas secara istiqamah dengan meminta pertolongan kepada Allah dan RasulkNya sehingga kita dan anak cucu terhindar dari azab neraka dunia dan azab nerak akhirat. Amin ya Allah Yara

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِاْلُقْرءَانِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّه هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah Jumat ke-2

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version