Sedekah Kapong Kundi Bersatu 2025, Simbol Persatuan, Pelestarian Budaya, dan Harapan Ekonomi Bangka Barat

 

Laporan : Belva

Bekaespedia.com, Kundi, Bangka Barat – Tradisi Sedekah Kapong Kundi Bersatu 2025 yang digelar di Desa Kundi, Kecamatan Simpang Teritip, Minggu (24/8/2025), menjadi momen penting memperkuat persatuan tiga desa, melestarikan budaya, dan menumbuhkan optimisme pembangunan ekonomi di Bangka Barat. Acara ini mengusung tema “Dari Tanah Jering Kita Beradat, di Negeri Sejiran Kita Bersatu”, sekaligus menjadi panggung penyampaian visi pembangunan oleh pemerintah daerah.

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bangka Barat Markus, S.H., Wakil Bupati H. Yus Derahman, serta jajaran pejabat terkait, mulai dari Kapolsek Simpang Teritip, Danramil, hingga para kepala desa. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa Sedekah Kapong bukan sekadar agenda adat, melainkan wadah membangun sinergi budaya, persatuan, dan ekonomi.

 

Dalam sambutannya, Bupati Markus menegaskan fokus pemerintah pada dua sektor prioritas: perbaikan infrastruktur dan percepatan investasi.

“Kami akan menarik investor sebanyak mungkin agar roda ekonomi bergerak, membuka lapangan kerja, dan membawa kemajuan bagi Bangka Barat. Perbaikan jalan juga akan kami utamakan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan sektor ekonomi,” ujar Markus.

Ia mencontohkan keberhasilan Morowali yang maju pesat berkat masuknya investor sebagai inspirasi yang ingin diterapkan di Bangka Barat.

Sementara itu, Wakil Bupati Yus Derahman menyoroti pentingnya semangat gotong royong dan persatuan dalam tradisi sedekah.

“Sedekah Kapong ini bukan hanya acara budaya, tetapi momentum menyatukan Desa Kundi, Dusun Air Menduyung, dan Desa Bukit Terak. Jangan sampai keterbatasan ekonomi menghalangi kebersamaan. Yang mampu harus membantu yang kurang, karena inti sedekah adalah kebersamaan,” tegas Yus.

Ia juga berkomitmen mencari sponsor agar acara ini berkembang menjadi agenda wisata budaya tahunan dengan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

 

Sejak pagi, suasana Desa Kundi tampak meriah. Jalan desa dipenuhi iring-iringan drum band dengan dentuman bedug yang memukau penonton. Pemuda-pemudi tampil percaya diri dengan seragam hijau-hitam, memukul drum dan simbal, memancing tepuk tangan hadirin.

 

Atraksi Silat Kapong menjadi sorotan utama. Dua pendekar berbusana merah dan putih menampilkan gerak penuh makna, mengingatkan masyarakat pada akar budaya di tengah arus modernisasi. Lembaran uang yang dilemparkan penonton menjadi simbol apresiasi atas seni tradisi yang masih bertahan.

Di bawah tenda besar berhias kain merah-putih emas, para tamu duduk rapi. MC Wendy Arizona dan Anjela Resti memandu jalannya acara dengan penuh semangat. Doa bersama, laporan panitia, hingga pantun adat mewarnai suasana, menciptakan harmoni antara kekhidmatan dan kegembiraan.

 

Sedekah Kapong Kundi Bersatu 2025 tidak sekadar pesta adat. Ia menjadi titik temu antara masa lalu yang diwariskan leluhur, masa kini yang menghidupkan tradisi, dan masa depan yang menjanjikan kemajuan.

Melalui dukungan pemerintah terhadap investasi, perbaikan infrastruktur, dan pengembangan event budaya sebagai destinasi wisata, harapan baru tumbuh di hati masyarakat Kundi.

Pesan yang menggema jelas: budaya bukan sekadar warisan, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun ekonomi dan pariwisata daerah.

Exit mobile version