Bekaespedia.com, Keberadaan atau kehadiran durian di Pulau Bangka tidak diketahui secara pasti sejak kapan. Namun dalam catatan asing teleh menyebutkan tentang tanaman durian di pulau Bangka dimulai pada pertengahan abad ke-19. Artinya pada saat orang Eropa menceritakan durian di pulau Bangka bukan pada saat durian mulai ditanam dan tumbuh, melainkan mereka telah menikmati dan menyaksikan buah durian tersebut. Jadi, dapat dimungkinkan bahwa durian ini telah tumbuh jauh sebelumnya. Karena, durian di Pulau Bangka merupakan durian hutan atau kampung yang dapat dan mulai berbuah ketika telah berusia belasan bahkan puluhan tahun. Menurut keterangan Muhammad Ferhad Irvan, bahwa durian pertama kali tumbuh di pulau Bangka Adalah dai wilayah Bangka Barat (Mentok) dan Bangka Selatan.
Catatan khusus yang menceritakan tentang durian di Pulau Bangka tidak ada secara pasti, hanya saja terselip dalam catatan-catatan perjalanan (pendataan) seorang botani Eropa, dokumen jual beli, dan lainnya. Catatan tersebut dapat disaksikan dan dilihat pada kutipan di bawah ini.
Dalam daftar tumbuhan Bangka karya S. Kurz berjudul “Korte Schets der Vegetatie van Het Eiland Bangka” yang diterbitkan tahun 1864 juga mendata tanaman durian. Pendataan dilakukan ketika beliau berada di Pulau Bangka pada tahun 1857 – 1858.Ttumbuhan yang ada di Pulau Bangka beliau inventarisasi berjumlah 959 tumbuhan. Untuk durian dibuat dalam penomoran 292 dengan nama ilmiah Durio zibethinus Lin. (Doerian op Bgk).
Buddhingh juga menyebutkan dalam perjalanannya di Nusantara tahun 1852-1857, termasuk juga di Pulau Bangka, yang diterbitkan tahun 1861 dengan judul Neêrlands-0ost-Indië tentang tanaman durian. “… de huisjes dezer kampong welven talrijke kokos- palmen hun dak van wuivende bladeren, terwijl groote Doerian-, Nangka- en Manga-boomen hunne groene en gele vruchten boven pisang-struiken en Ananas-planten ten toon spreiden…”
“… rumah-rumah di kampong ini (Bangka) banyak pohon kelapa melengkungkan atapnya dari daun-daun yang melambai, sementara pohon Durian, Nangka, dan Mangga yang besar memamerkan buahnya yang hijau dan kuning di atas semak pisang dan tanaman nanas, …”.
Sedangkan J.J. Lindgreen dalam tulisannya berjudul “Geneeskundige Topographie van Muntok” dalam Vereeniging tot Bevordering der Geneesku yang diterbitkan tahun 1857 juga menyebutkan durian dengan penulisan nama ilmiah Durio zibelhinus L. Tulisan Lindgreen ini menggambarkan topografi Mentok, artinya pendataan durian oleh Lindgreen ini berada di Mentok.
Dalam catatan Jhr. C.H.C.Flugi van Aspermont yang berjudul Een Woord Over Het Eiland Banka tahun 1869 menyebutkan beberapa tanaman buah-buahan yang ada di Pulau Bangka. Catatan ini dibuat dalam ketiaka beliau tinggal di Mentok pada tahun 1867 sampai 1868. Berikut kutipan pernyataan beliau dalam catatannya:
“Het land is rijk in Annanassen, Djamboe, Blimbing, Doerian, Nangka en Nangka-Blanda. Yerder vindt men er de Banaan ofPisang, de Arengboom, do Manga, de Djerok en zelfs de Mangiestan, door velen en ook door mij geroemd als de lekkerste vrucht der wereld”.
“Negeri ini kaya akan Nanas, Jambu, Belimbing, Durian, Nangka, dan Sirsak. Selanjutnya orang-orang juga menemukan Pisang, pohon Enau (Aren), Mangga, Jeruk, dan bahkan Manggis, yang oleh banyak orang dan juga saya sendiri dipuji sebagai buah paling lezat di dunia.”
Kemudian dalam manuskrip jual batang-batang (batang tumbuh) tahun 1297 (1880) juga menyebutkan salah satu batang yang dijual adalah batang Durian. Sebagaimana tertulis sebagai berikut;
Di Mentok kepada 9 hari bulan Rabiiul Awal tahun 1297
Ketika itulah saya orang Melayu nama Muhammad Saman bin almarhum Abang Muhammad Tahir yang bertanda tangan di bawah ini
Mengaku dengan sesungguhnya jual batang-batang kepada Tuan Haji Hamid bin Haji Muhammad Yasin yaitu Batang Kabung, Batang Buluh, Batang Duku, Batang Rambutan, Batang Petai, Batang Durian, dan lain-lain batang juga yang di dalam watas kebun Atuk Dullah dengan harga 150 rupiah konten.
Lain tidak melainkan itulah saya serahkan saya punya hak di dalam itu watas kepada Tuan Haji Hamid bin Haji Muhammad Yasin serta saya bertanda di bawah ini serta dengan saksi adanya.
Selanjutnya dalam surat jual beli tanaman atas nama kepemilikan orangtua saya (Ana binti Jamsah) juga ada penjualan 2 batang pohon durian di Kampung Peradong sekitar tahun 1990-an. Pembelian dilakukan oleh ibu saya dari nenek saya bernama Rabiah.
Mentok, 13 Juli 2026
