Semarak Sajadah Fajar di Kampung Melintang, Prof. Rusydi :  Dulu ‘Texas’, Kini Jadi Basis Dakwah 

Laporan : Mr. Murar

Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Semangat dakwah kembali menggema di Masjid Al-Huda Kampung Melintang, Pangkalpinang, melalui program Sajadah Fajar (SAFAR) yang digelar pada Ahad pagi, (4/5/2025).

 

Kegiatan rutin ini merupakan salah satu agenda unggulan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam upaya memakmurkan masjid dan membina umat.

 

Sebagai penceramah dalam kegiatan ini Ustaz Prof. Rusydi Sulaiman, Dekan Fakultas Dakwah IAIN Syekh Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung.

Menyampaikan tausiyah bertema sejarah dakwah di Pangkalpinang. Dalam ceramahnya, ia mengangkat kisah transformasi Kampung Melintang yang dulunya dikenal sebagai kawasan “Texas” — istilah lokal untuk wilayah dengan tingkat kerawanan sosial tinggi.

“Alhamdulillah, saat ini Kampung Melintang telah berubah menjadi kawasan yang kondusif dan menjadi basis dakwah yang aktif,” ungkap Prof. Rusydi. Ia menekankan pentingnya kontinuitas kegiatan keagamaan sebagai benteng moral masyarakat.

Prof. Rusydi mengapresiasi peran para tokoh lokal dalam proses perubahan sosial tersebut, termasuk almarhum Guru Hormen Matdatti — seorang mualaf dan penggerak Masjid Permuthi — yang dikenal karena dedikasinya membina masyarakat secara spiritual dan sosial.

Rusydi juga menyinggung peran lembaga pendidikan dalam sejarah dakwah lokal, seperti Sekolah Setia Utama yang kini dikenal dengan nama AIAI (Al Islamiah Al Ibtidaiyah), serta keterkaitannya dengan lembaga pendidikan Islam di Sungai Selan.

Tidak ketinggalan, kawasan Khorkop (pemakaman Tionghoa) turut menjadi bahasan, mengingat perannya dalam dinamika sosial masyarakat tempo dulu. Menariknya, meski kolonial Belanda pernah hadir di Pangkalpinang, tidak ditemukan jejak “Kampung Belanda” sebagaimana yang umum dijumpai di wilayah bekas koloni Inggris.

Sambutan mewakili DMI Provinsi Bangka Belitung disampaikan oleh Ketua Bidang Dakwah, Ustaz Zulfikar. Dalam pesannya, ia menekankan bahwa program Safar merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghidupkan kembali semangat berjamaah, terutama di waktu-waktu utama seperti subuh.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai rumah bersama yang terbuka bagi semua kalangan, tempat belajar, berdiskusi, dan membangun semangat kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Kegiatan diakhiri dengan ramah tamah dan sajian ringan dari pengurus Masjid Al-Huda. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menandai keberhasilan program SAFAR dalam memperkuat ikatan spiritual dan sosial masyarakat di Kampung Melintang.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *