Penulis: Azzahra Refadilah (NIM 5112511043, Kelas Sos2c, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Bangka Belitung)
Kasus viral mengenai remaja berusia 14 tahun yang mana masih di bawah umur.Pada tahap ini, individu cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tetapi belum diimbangi dengan kemampuan mempertimbangkan konsekuensi secara matang. Hal ini membuat remaja lebih mudah mengambil keputusan secara spontan, termasuk mencoba mengemudi tanpa keterampilan yang cukup. Dari sisi keluarga, kurangnya pengawasan dan kontrol menjadi faktor penting, karena akses terhadap kendaraan seharusnya dibatasi sampai remaja memenuhi syarat usia dan kesiapan. Lingkungan sosial juga berperan, terutama jika terdapat anggapan bahwa belajar mengemudi sejak dini adalah hal biasa, sehingga perilaku tersebut dianggap wajar. Awalnya anak tersebut ingin belajar mengemudi akan tetapi secara umur si anak tersebut belum mencukupi persyaratan sekaligus dalam sifat seperti mental maupun perilaku namun anak tersebut nekat membawa 3 keluarganya alhasil terjadi lah kecelakan yang mana dugaanya si anak remaja tersebut ingin mengerem mobil akan tetapi bukan nya nginjek rem melainkan nginjek gas alhasil mobil yang di kemudikan anak tersebut terjun ke kali yang mana sedalam 10 meter . dari akibat kejadian tersebut yang mana sang nenek yang duduk di kursi belakang tewas di tempat kejadian tersebut sementara si anak remaja serta ibu dan adiknya hanya terluka.
Banyak kita ketahui jika masih di bawah umur tidak di perbolehkan dalam mengemudi apalagi jika ketahuan sama polisi pasti kita di minta yang nama nya SIM yang mana mereka mau melihat apakah kita sudah mencukupi umur atau belum, nah namun anak remaja tersebut nekat ingin mengemudi dan lebih gong nya yang mana sebagai orang tua nya tidak melarang anak tersebut melainkan ikut pergi bersama anak nya yang berusia 14 tahun tersebut.
Namun di sini juga bukan hanya orang tua nya yang salah akan tetapi anak remaja tersebut juga salah yang mana anak remaja tersebut ingin belajar mengemudi akan tetapi umurnya belum mencukupi yang mana bisa di sebut masih dibawah umur .
Tetapi jika umur anak remaja itu sudah mencukupi seperti 17 tahun ke atas maka itu tidak masalah karena dari segi mental ,perilaku maupun dalam persyaratan seperti SIM itu sudah ada. maka, jika anak tersebut ingin belajar mengemudi itu tidak masalah dan orang tua nya juga bisa mengajari anak tersebut dengan secara pelan tapi pasti dan hati hati.
Nah dapat kita simpulkan jika anak yang masih di bawah umur itu belum boleh belajar menyetir mobil maupun motor maka sebagai orang tua atau orang yang lebih dewasa di harapkan lebih tegas dalam hal pengawasan untuk anak yang masih di bawah umur namun jika sudah mencukupi umur maka tidak masalah jika ingin belajar menyetir yang masalahnya jika anak yang masih di bawah umur dan dalam spesifik mental maupun perilaku apalagi syarat atau langkah langkah untuk mengemudi itu belom cukup. Nah dengan terjadinya kasus tersebut bisa kita jadikan hal itu sebagai pembelajaran untuk kita kedepannya agar tidak terjadi lagi kasus yang sama. Sisi sosial, hal ini juga menunjukkan masih rendahnya kesadaran akan aturan dan keselamatan berkendara. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh remaja tersebut, tetapi juga keluarga dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kejadian ini dapat dicegah jika ada pengawasan yang lebih ketat, edukasi tentang keselamatan, serta kepatuhan terhadap aturan usia dalam berkendara.
BERIKUT SUMBER BERITA YANG SAYA MAKSUD: https://vt.tiktok.com/ZSuHnorUT/
