Oleh: Meilanto
Di sebuah taman yang penuh warna, Beni si Lebah Madu terbangun saat matahari mulai hangat. Badannya yang berambut halus siap bekerja.
Beni mendarat di atas kelopak mawar yang merah merona. Saat ia asyik menyesap nektar yang manis, tanpa sengaja serbuk sari kuning menempel pada kaki dan perutnya.
“Permisi, Mawar! Aku pinjam serbuk sarinya sebentar, ya!”
Ia kemudian terbang menuju bunga mawar lainnya. Ia hinggap di sana, serbuk sari yang terbawa tadi jatuh dan menyentuh kepala putik. Itulah penyerbukan, sebuah keajaiban yang membuat tanaman menghasilkan biji dan buah baru.
Beni melihat Sari, si Kupu-kupu, juga sibuk melakukan hal yang sama pada bunga melati. Tanpa kerja keras para serangga penyerbuk ini, taman tidak akan lagi rimbun dan tanaman tidak akan tumbuh sebagai generasi baru.
Beni pulang ke sarangnya dengan hati senang, tahu bahwa hari ini ia telah membantu dunia tetap hijau.
Beni pun pulang ke sarangnya dengan hati senang, tahu bahwa hari ini ia telah membantu dunia tetap hijau. (BP / KM)*
Catatan : Cerpen anak ini telah diterbitkan dalam antologi Petualangan Sains di Kebun Ajaib oleh Leguty Media, April 2026.
