Sesungguhnya, Pendidikan Karakter di Mulai dari Rumah

Oleh : Indra Pirmana (Guru di SMP Negeri 5 Payung)

 

Menurut KBBI karakter adalah sifat – sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain. Adapun penjelasan menurut para ahli diantaranya:

Maxwell berpendapat bahwa karakter bukan hanya tentang baik atau buruk. Namun lebih dari itu, bahwa karakter merupakan sebuh pilihan yang bisa menentukan sukses atau tidaknya seseorang karena karakter berkaitan dengan proses belajar seseorang dan kemampuan menghadapi proses tersebut menjadi penentu tingkat keberhasilannya.

Gulo W berpendapat bahwa karakter dapat dilihat dari kepribadian seseorang baik dari segi titik moral, seperti kejujuran diperoleh dari nilai-nilai moral yang ditanamkan oleh masing -masing keluarga, begitu pula dengan nilai sopan santun lainnya. Oleh karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter seseorang. Karena karakter bukan gen atau bawaan melainkan pengajaran dari orang tua.

Rumah merupakan sekolah pertama bagi anak dan orang tua dimulai sejak usia dini. Kenapa demikian? Anak akan meniru orang tua, seperti cara berkomunikasi dan bersikap. Pondasi utama yang menentukan bagaimana seorang anak memiliki karakter baik terutama dilingkungan keluarga dan masyarakat. Orang tua punya kewajiban berkomunikasi walaupun singkat dengan anaknya apakah bertanya tentang pembelajaran di sekolah atau hal lain yang positif, seperti mengawasi dan membatasi penggunaan gawai.

Salah satu cara sederhana dalam pendidikan karakter dari rumah adalah dengan mematuhi aturan sesuai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diutarakan Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Upaya ini memiliki tujuan untuk membangun karakter dan peradaban bangsa di mana pendidikan adalah proses untuk membangun bangsa yang memiliki karakter yang kuat iman dan takwa serta akhlak mulia.

Adapun hal yang perlu dilaksanakan demi terwujudnya karakter yang baik pada anak di rumah dan murid saat di sekolah:

A. Di rumah

1. Berkomunikasi dengan sopan

2. Jujur

3. Beribadah tepat waktu

4. Membantu orang tua

5. Displin waktu

6. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru

7. Membatasi waktu bermain

8. Membatasi waktu menggunakan gawai

9. Tidur dan bangun tepat waktu

10. Menjaga kebersihan lingkungan rumah termasuk tempat tidur dan belajar

 

B. Di sekolah

1. Datang tepat waktu

2. Tidak bolos

3. Memberikan informasi kepada guru piket atau guru wali apabila tidak bisa masuk sekolah

4. Memakai seragam sesuai aturan sekolah

5. Berpakaian rapi dan sopan

6. Menghormati guru dan pegawai

7. Mengerjakan tugas dengan serius yang diberikan guru

8. Tidak berkata kasar baik kepada guru, pegawai, dan sesama murid

9. Membawa buku pelajaran sesuai jadwal

10. Mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sungguh-sungguh

11. Menjaga fasilitas sekolah

12. Memanfaatkan pojok literasi dan perpustakaan sebagai pusat belajar saat ada waktu luang.

13. Membuang sampah pada tempatnya

14. Membudayakan antre saat ke kantin

 

Dengan adanya jadwal baik di rumah dan sekolah apabila selaras dilaksanakan, maka proses belajar akan terarah dengan tujuan nyata dan akan terciptanya lingkungan belajar yang nyaman di kelas kemudian murid akan paham dengan semua materi yang disampaikan oleh gurunya. Karena di rumah lebih banyak waktu dibandingkan di sekolah. Apalagi sekarang ada Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari jenjang Sekolah Dasar s.d. Menengah. TKA bukan hanya sekedar tes biasa, namun sebagai tolak ukur kemampuan bagi murid pada mata pelajaran tertentu khususnya kelas akhir.

Walaupun guru harus memahami murid dan karakter yang berbeda-beda apabila tanpa kolaborasi yang kuat dari orang tua, maka karakter dan kualitas belajar baik tidak akan tercapai. Kenapa demikian? Karena karakter sebagai penunjang pembelajaran baik di rumah maupun di sekolah untuk menciptakan murid yang berkualitas baik dibidang akademik maupun non akademik.

Murid yang berkarakter akan lebih mendorong keperibadian yang baik, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, merasa tanggung jawab, membentuk generasi yang mandiri, dan mendorong prestasi sekolah saat ada lomba misalnya bidang OSN, FLS3N maka akan harum baik dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, bahkan Nasional.

Dengan demikian, di era digital ini, tantangan pendidikan semakin besar melalui media sosial. Apalagi sudah hadir gawai yang canggih dan semua bisa diakses. Namun demikian, gawai memiliki dampak positif dan negatif.

Oleh karena itu, pendidikan karakter bukan tugas sekolah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Jika di rumah mampu menanamkan nilai karakter yang baik terutama kejujuran dan disiplin dalam belajar maka di sekolah pun murid tersebut akan sama seperti yang dilaksanakan di rumah dan akan melahirkan murid yang kuat dalam membentuk karakter kemudian memiliki kualitas belajar yang baik. (BP/ KM)*

Exit mobile version